“SMAN 1 Bunguran Timur menerapkan Belajar Dari Rumah (BDR) selama tiga hari, 7-9 September 2026, di tengah kondisi kabut asap di Natuna. Meski siswa belajar dari rumah, guru dan tenaga Tata Usaha (TU) tetap hadir di sekolah untuk memastikan pelayanan tetap berjalan.”
Kepala SMAN 1 Bunguran Timur, Hj. Ida Susanti, S.Pd., mengatakan pelaksanaan BDR dilakukan dengan memberikan tugas secara daring sesuai jam pelajaran masing-masing guru. Kebijakan tersebut berlaku selama tiga hari dan selanjutnya akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi cuaca serta kualitas udara di Natuna.
NATUNA – SMAN 1 Bunguran Timur menerapkan sistem Belajar Dari Rumah (BDR) selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 7-9 September 2026.
Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah menyikapi kondisi kabut asap yang berdampak terhadap aktivitas masyarakat di Natuna. Meskipun peserta didik mengikuti pembelajaran dari rumah, kegiatan belajar tetap dilaksanakan secara daring.
Kepala SMAN 1 Bunguran Timur, Hj. Ida Susanti, S.Pd., menjelaskan pembelajaran selama BDR dilakukan dengan memberikan tugas kepada siswa secara daring sesuai dengan jam pelajaran masing-masing guru.
“Pembelajaran selama BDR dilaksanakan dengan memberi tugas-tugas sesuai jam pelajaran guru masuk secara online,” jelas Ida kepada koranperbatasan.com melalui WhatsApp, Selasa (8/9/2026).
Selama penerapan BDR, guru dan tenaga Tata Usaha (TU) tetap hadir di sekolah. Kehadiran tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan yang diperlukan sekolah tetap berjalan.
“Selama BDR guru dan TU tetap masuk untuk pelayanan yang diperlukan,” ujarnya.
Kendala Pembelajaran Daring
Dalam pelaksanaan pembelajaran dari rumah, pihak sekolah masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah kedisiplinan sebagian siswa dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru.
Ida mengatakan kondisi tersebut bukan hal yang sepenuhnya baru karena pernah dijumpai ketika pembelajaran berlangsung secara daring pada masa pandemi COVID-19.
“Kendala biasanya tetap ada, seperti masa COVID. Ada beberapa murid yang tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru,” ungkapnya.
Meski demikian, kegiatan pembelajaran tetap dilaksanakan secara daring selama kebijakan BDR diberlakukan.
Kelanjutan BDR Menyesuaikan Kondisi Cuaca
Pelaksanaan BDR di SMAN 1 Bunguran Timur untuk tahap awal berlangsung selama tiga hari, yakni 7-9 September 2026.
Untuk kegiatan selanjutnya, pihak sekolah masih melihat perkembangan kondisi cuaca dan kualitas udara di Natuna. Apabila kondisi sudah memungkinkan, siswa direncanakan kembali mengikuti pembelajaran di sekolah pada Kamis.
Namun, apabila kondisi kabut asap semakin memburuk, pelaksanaan BDR dapat diperpanjang.
“BDR tiga hari dimulai Senin sampai Rabu, tanggal 7 sampai 9. Untuk ke depannya kita melihat cuaca yang ada. Jika sudah memungkinkan, kita masuk Kamis. Jika semakin parah, mungkin BDR lanjut,” jelas Ida.
Di tengah kondisi kabut asap, pihak sekolah juga mengimbau peserta didik dan orang tua untuk menjaga kesehatan, khususnya ketika harus beraktivitas di luar rumah.
“Kita mengimbau untuk murid-murid dan orang tua yang keluar rumah supaya menggunakan masker,” tutup Ida.
Laporan: Dini










