“Pawai obor dan penampilan marching band SMAN 1 Bunguran Timur sukses menyemarakkan malam Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dengan antusiasme tinggi dari masyarakat Natuna.”
Kepala SMAN 1 Bunguran Timur, Hj. Ida Susanti, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan pawai obor Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang berlangsung aman, lancar, dan mendapat sambutan meriah dari masyarakat Kabupaten Natuna.
NATUNA – Keluarga besar SMA Negeri 1 Bunguran Timur kembali menggelar pawai obor dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Kegiatan tahunan tersebut berlangsung meriah dan dipadati masyarakat yang memadati sepanjang rute pawai di Kota Ranai, Selasa malam (26/5/2026).
Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa kelas X dan XI, wali kelas, guru, jajaran tata usaha, hingga berbagai instansi pendukung seperti Polres Natuna, tenaga medis rumah sakit, Basarnas, dan Dinas Perhubungan.
Ida Susanti mengatakan keberhasilan kegiatan tersebut tidak lepas dari kekompakan seluruh pihak yang terlibat, termasuk dukungan komunitas Pantai Piwang yang selama dua tahun terakhir membantu penyediaan obor dan minyak untuk kegiatan pawai.
“Kami berterima kasih kepada komunitas Pantai Piwang yang telah mendukung selama dua tahun ini dengan menyediakan sarana obor dan minyak untuk sekolah kami,” ujarnya usai kegiatan berlangsung.
Meski cuaca sempat mendung dan diguyur hujan ringan, kondisi tersebut tidak menyurutkan antusiasme peserta maupun masyarakat yang hadir menyaksikan pawai.
“Alhamdulillah tadi hujan berhenti dan masyarakat sangat ramai menyaksikan pawai obor ini. Mereka terlihat gembira menyambut kegiatan malam Idul Adha,” katanya.
Salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian warga adalah aksi marching band SMAN 1 Bunguran Timur. Dengan formasi rapi dan irama yang kompak, penampilan tersebut sukses memukau masyarakat di sepanjang jalan.
Menurut Ida, marching band tersebut merupakan bagian dari kegiatan ekstrakurikuler sekolah yang rutin tampil dalam berbagai agenda besar, termasuk perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap 17 Agustus.
“Marching band ini memang setiap tahun tampil. Tahun ini menjadi penampilan perdana mereka di pawai obor,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan para pelatih marching band berasal dari alumni SMAN 1 Bunguran Timur yang secara sukarela kembali untuk melatih dan mendukung adik-adik kelas mereka.
“Banyak alumni dan mahasiswa yang ikut membantu melatih serta mendukung adik-adiknya ketika ada penampilan,” tambahnya.
Penampilan sejumlah siswa dengan gaya tegap bak anggota militer juga sempat menarik perhatian masyarakat. Ida menjelaskan para siswa tersebut merupakan peserta seleksi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat kabupaten.
“Anak-anak yang terlihat seperti tentara itu baru mengikuti seleksi Paskib, jadi memang rambutnya plontos,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, pihak sekolah berharap nilai kebersamaan, kekompakan, dan semangat pengorbanan Idul Adha dapat tertanam dalam diri para siswa.
“Pawai ini bukan sekadar pawai saja, tetapi bagaimana kita menjaga kekompakan dan kerja sama. Kami juga ingin anak-anak mengenang pengorbanan para nabi terdahulu serta menanamkan budi pekerti yang baik,” pungkasnya.
Laporan: Dini










