“Kementerian Agama Kabupaten Natuna memberikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Nurul Jannah atas keberhasilannya mencetak generasi muda berkarakter Qurani melalui program tahfidz Al-Qur’an.”
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Natuna yang diwakili Kasi Pendidikan Islam, Muhammad Sabirin, S.H.I., menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pondok Pesantren Nurul Jannah saat menghadiri Wisuda Tahfidz angkatan ke-10 di Ranai, Kabupaten Natuna, Sabtu (23/5/2026). Ia menilai pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi Qurani yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam akhlak dan pendidikan karakter.
NATUNA – Pondok Pesantren Nurul Jannah sukses menggelar Wisuda Tahfidz angkatan ke-10 dengan suasana penuh khidmat dan haru. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para santri yang telah menyelesaikan pendidikan dan hafalan Al-Qur’an selama menempuh pendidikan di lingkungan pesantren.
Dalam sambutannya, Muhammad Sabirin menyampaikan permohonan maaf dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Natuna yang berhalangan hadir karena menghadiri agenda pelepasan siswa Madrasah Ibtidaiyah pada waktu bersamaan.
Meski demikian, pihak Kementerian Agama tetap memberikan penghargaan kepada pimpinan pesantren, pengasuh, ustaz, ustazah, dan seluruh tenaga pendidik Pondok Pesantren Nurul Jannah atas dedikasi mereka dalam mendidik para santri.
“Wisuda ini adalah bukti nyata keberhasilan kita bersama dalam mencetak generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter Qurani yang kokoh,” ujarnya.
Ia menilai lingkungan pondok pesantren menjadi sarana yang sangat efektif dalam membangun pendidikan karakter dan nilai-nilai keislaman bagi generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, Sabirin juga menyoroti pentingnya keberadaan seorang kiai yang memiliki sanad keilmuan dalam proses pendidikan tahfidz. Menurutnya, keberhasilan para santri menghafal Al-Qur’an tidak lepas dari doa dan bimbingan Kyai Budi Nurhamid beserta para ustaz dan pengasuh pesantren.
“Walaupun beliau tidak mengajarkan langsung setiap saat, tetapi doa seorang kiai itu sangat luar biasa,” katanya.
Selain memberikan apresiasi kepada pesantren, Sabirin juga berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati agar terus menjaga hafalan Al-Qur’an melalui murajaah atau pengulangan hafalan secara rutin.
“Menghafal Al-Qur’an adalah anugerah besar, tetapi menjaga hafalannya merupakan perjuangan yang sesungguhnya,” tegasnya.
Ia berharap para lulusan Pondok Pesantren Nurul Jannah dapat terus membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi generasi yang berakhlakul karimah.
Kementerian Agama Kabupaten Natuna, lanjut Sabirin, berkomitmen terus mendukung program tahfidz dan pendidikan keagamaan di daerah, baik melalui pondok pesantren, madrasah, maupun sekolah umum berbasis keagamaan.
Terkait kelanjutan pendidikan para santri, ia mengimbau para orang tua untuk memilih sekolah lanjutan sesuai minat dan bakat anak, baik di SMA Nurul Jannah maupun MAN 1 Natuna yang sama-sama berada di bawah pembinaan pendidikan keagamaan.
“Silakan memilih sesuai minat dan bakat anak-anak. Yang terpenting pendidikan agamanya tetap terjaga,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Sabirin menutup dengan pantun yang mengajak para santri menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
“Bunga melati tumbuh di taman, harum mewangi sepanjang zaman. Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman, insyaallah hidup selamat dan aman,” tutupnya.
Laporan: Dini










