KEAMANAN PERBATASANNATUNAPENDIDIKAN

SAR Natuna Tanamkan Kesadaran Keselamatan Laut Sejak Usia SD

×

SAR Natuna Tanamkan Kesadaran Keselamatan Laut Sejak Usia SD

Sebarkan artikel ini
Personel Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna memantau aktivitas siswa SD IT Ranai saat mengikuti kegiatan Rihlah Tarbiyah di Pantai Cemaga, Kabupaten Natuna. Kehadiran SAR menjadi bagian dari edukasi keselamatan laut sejak dini sekaligus memastikan kegiatan belajar dan bermain di alam berlangsung aman di wilayah kepulauan ujung utara Indonesia.

“Sebagai daerah kepulauan yang berada di ujung utara Indonesia, edukasi keselamatan laut menjadi perhatian penting. SAR Natuna terus menanamkan pemahaman keselamatan air sejak dini kepada pelajar melalui kegiatan edukasi langsung di lapangan.”

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna, Abdul Rahman, menegaskan pentingnya edukasi keselamatan laut bagi masyarakat kepulauan, khususnya anak-anak. Hal itu disampaikan saat SAR Natuna mengawal kegiatan Rihlah Tarbiyah SD IT Ranai di Pantai Cemaga, Kecamatan Bunguran Selatan, Sabtu (6/7/2026).

NATUNA — Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna memberikan pengawasan sekaligus edukasi keselamatan air kepada puluhan siswa dan siswi SD IT Ranai saat mengikuti kegiatan Rihlah Tarbiyah di Pantai Cemaga, Kecamatan Bunguran Selatan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan budaya keselamatan sejak usia dini, terutama bagi generasi muda yang tinggal di wilayah kepulauan.

Rihlah Tarbiyah sendiri merupakan kegiatan penyegaran atau perjalanan edukatif secara berkelompok yang bertujuan mempererat silaturahmi. Kegiatan tersebut dikemas melalui aktivitas belajar, bermain di alam terbuka, serta tetap mengedepankan nilai-nilai ibadah.

Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, mengatakan kehadiran personel SAR bertujuan memastikan seluruh aktivitas siswa di kawasan pantai berjalan aman.

“Kami diminta mendukung dan mengawasi aktivitas siswa di pantai. Personel hadir dengan pakaian dan peralatan lengkap untuk memastikan keselamatan di air,” jelas Abdul Rahman.

Selain melakukan pengawasan, SAR Natuna juga memanfaatkan momentum tersebut untuk terus mengampanyekan pentingnya pengetahuan penyelamatan dalam kondisi darurat di perairan.

Menurut Abdul Rahman, dalam setiap tindakan penyelamatan terdapat prinsip utama yang harus dipahami, yakni keselamatan penolong tetap menjadi prioritas dengan melakukan penilaian risiko dari tingkat paling rendah hingga paling tinggi.

Baca Juga:  Gelar Jumat Curhat, Polsek Bunguran Barat Tanggapi Keluhan Maraknya Pencurian di Sedanau

Ia menegaskan, edukasi keselamatan laut memiliki peran besar bagi masyarakat Natuna yang tinggal di kawasan kepulauan dan berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga.

Sebagai wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), Natuna berada di jalur strategis yang berhadapan langsung dengan Vietnam, Kamboja, Malaysia, dan Singapura. Kondisi geografis tersebut membuat pemahaman tentang keselamatan laut harus terus diperkuat.

“Posisi Natuna di ujung utara membuat edukasi keselamatan laut bukan pilihan. Dengan gugusan pulau dan laut seluas itu, pengetahuan jadi pelampung utama warga,” paparnya.

Pengawasan kegiatan Rihlah Tarbiyah SD IT Ranai di Pantai Cemaga berjalan aman hingga seluruh rangkaian acara selesai.

Abdul Rahman menambahkan, pihaknya selalu membuka ruang kerja sama bagi sekolah, organisasi, maupun instansi yang ingin mendapatkan sosialisasi, edukasi keselamatan SAR, hingga pelatihan dasar pencarian dan pertolongan.

Program tersebut tidak hanya menyasar Kabupaten Natuna, tetapi juga Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai dua wilayah ujung utara Indonesia yang memiliki karakteristik kepulauan.

Melalui edukasi sejak dini, SAR Natuna berharap budaya sadar keselamatan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat pesisir dan generasi muda penerus bangsa.


Laporan: Azmi


 

📊 Views: 10

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *