BUDAYA PERBATASANNATUNAPENDIDIKANPOTRET PERBATASAN

787 Pelajar Madrasah Natuna Meriahkan Pawai Perdana Muharram Bersama

×

787 Pelajar Madrasah Natuna Meriahkan Pawai Perdana Muharram Bersama

Sebarkan artikel ini
Para pelajar madrasah mengikuti Pawai 1 Muharram 1448 H/2026 M di Bunguran Timur. Kegiatan perdana gabungan MIS Darul Ulum, MTsN 2 Natuna, dan MAN 1 Natuna ini menjadi momentum memperkuat syiar Islam serta mengenalkan Tahun Baru Islam kepada generasi muda.

“Sebanyak 787 peserta dari tiga madrasah di Kecamatan Bunguran Timur mengikuti pawai gabungan 1 Muharram 1448 H/2026 M sebagai bentuk syiar Islam dan penguatan kebersamaan antar lembaga pendidikan.”

Ketua Panitia Pelaksana Pawai 1 Muharram Natuna, Agus Bimantoro, S.E., mengatakan kegiatan gabungan tiga madrasah di Bunguran Timur menjadi momentum memperkenalkan Tahun Baru Islam kepada peserta didik sekaligus mempererat silaturahmi antar madrasah.

NATUNA – Sebanyak 787 peserta dari tiga madrasah di Kecamatan Bunguran Timur sukses memeriahkan Pawai 1 Muharram 1448 H/2026 M yang digelar secara gabungan untuk pertama kalinya.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Darul Ulum Ranai, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Natuna, dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Natuna.

Pawai gabungan tersebut digagas melalui arahan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Natuna agar peringatan Tahun Baru Islam dapat dilaksanakan lebih meriah, kompak, dan terintegrasi.

Ketua Panitia Pelaksana Pawai 1 Muharram, Agus Bimantoro, S.E., mengatakan kegiatan tersebut menjadi sejarah baru bagi madrasah di Bunguran Timur karena baru pertama kali digelar secara bersama-sama.

“Oh, kami kalau panitia pawai ini tergabung dari tiga madrasah, dari MIS Darul Ulum, MTsN 2 Natuna, dan MAN 1 Natuna. Kebetulan karena ini ajang pertama pawai gabungan dalam rangka 1 Muharram, untuk tahun ini MAN dipercaya menjadi ketua panitia. Mungkin ke depannya nanti MTs atau MI,” ujar Agus.

Menurut Agus, berbagai persiapan telah dilakukan bersama agar kegiatan berjalan aman, lancar, dan memberikan kesan positif kepada masyarakat.

Persiapan tersebut meliputi berbagai aspek, mulai dari konsep acara, pengamanan peserta, hingga kesiapan layanan kesehatan selama pawai berlangsung.

“Jadi kami persiapkan tiga sekolah itu mulai dari kesiapan pawai, dari sisi pengamanan, acara, dan kesehatan,” ungkapnya.

Baca Juga:  MAN 1 Natuna Gelar Mansana Talent Expo 2026 Berkarakter

Agus menjelaskan, sebagai lembaga pendidikan berbasis agama, madrasah memiliki peran penting dalam mengenalkan nilai-nilai Islam kepada generasi muda.

Menurutnya, peringatan 1 Muharram menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa madrasah memiliki semangat besar dalam menjaga syiar Islam.

“Sebagai madrasah, paling tidak kita harus memperingati 1 Muharram. Bukan cuma sekolah umum yang bersemangat, tetapi kami dari internal madrasah yang berkaitan dengan keagamaan juga harus bergerak,” jelasnya.

Ia mengatakan, kegiatan gabungan tersebut dilaksanakan agar seluruh madrasah memiliki ruang kebersamaan dan tidak berjalan sendiri-sendiri dalam memperingati hari besar Islam.

“Ini arahan dari Pak Kemenag untuk menyiapkan pawai gabungan. Kami dipanggil dari masing-masing madrasah. Jumlah keseluruhan peserta 787 orang termasuk guru,” katanya.

“Kalau dibuat sendiri-sendiri, kesannya madrasah berjalan masing-masing. Minimal se-Bunguran Timur ini kita bersama-sama,” tambah Agus.

Selain pawai, masing-masing madrasah juga melaksanakan kegiatan internal untuk memeriahkan Tahun Baru Islam, salah satunya MIS Darul Ulum yang menggelar Expo Muharram.

Agus menilai antusiasme peserta dan masyarakat dalam kegiatan perdana ini sangat tinggi. Bahkan dukungan tidak hanya datang dari siswa dan guru, tetapi juga para orang tua.

“Kalau yang unik saya rasa keikutsertaan dari tiga sekolah ini. Terutama MI, dukungan orang tua sangat luar biasa. Misalkan anaknya ikut satu, yang datang menonton ada adiknya, ada neneknya,” tuturnya.

Meski berlangsung sukses, Agus mengakui masih ada sejumlah hal yang akan menjadi bahan evaluasi agar kegiatan tahun berikutnya bisa lebih baik.

Salah satunya terkait kelengkapan atribut dan konsep peserta yang akan terus dikembangkan.

“Kalau untuk atribut karena kami baru pertama, mungkin ke depannya lebih diperbanyak lagi,” ujarnya.

Agus berharap, Pawai 1 Muharram dapat menjadi agenda rutin tahunan yang semakin besar dan mampu melibatkan lebih banyak sekolah.

Baca Juga:  Setahun MBG Natuna Berjalan, MIS Darul Ulum Ungkap Dampaknya

Menurutnya, anak-anak perlu dikenalkan bahwa umat Islam juga memiliki momentum tahun baru yang harus diketahui dan dirayakan dengan kegiatan positif.

“Harapannya ke depan, dalam menyambut 1 Muharram ini bisa memperkenalkan kepada siswa-siswi MI, MTs, dan MAN bahwa bukan cuma Tahun Baru Masehi saja yang diramaikan, tetapi kita juga punya Tahun Baru Islam,” ungkapnya.

Ke depan, pihaknya berharap kegiatan tersebut dapat diperluas dengan melibatkan sekolah berbasis Islam terpadu hingga sekolah umum di Kabupaten Natuna.

“Mungkin ke depannya insyaallah kita undang juga sekolah-sekolah SDIT yang berbasis agama. Bila perlu nanti sekolah umum juga ikut diundang,” pungkasnya. (KP).


Laporan: Dini


 

📊 Views: 101

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *