“Satu tahun pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MIS Darul Ulum Natuna dinilai membawa dampak positif terhadap semangat dan fokus belajar siswa.”
Kepala MIS Darul Ulum Natuna, Hj. Siti Asmah, S.Pd.I., mengungkapkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama satu tahun memberikan dampak positif terhadap peserta didik, terutama dalam meningkatkan semangat dan fokus belajar di kelas.
NATUNA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama satu tahun di MIS Darul Ulum Natuna mendapat respons positif dari pihak madrasah.
Program yang dilaksanakan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batu Hitam tersebut dinilai berjalan lancar serta mampu mendukung kebutuhan gizi peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran.
Kepala MIS Darul Ulum Natuna, Hj. Siti Asmah, S.Pd.I., menjelaskan alur penerimaan dan distribusi makanan dari SPPG Batu Hitam selama ini berlangsung baik dan terorganisir.
Menurutnya, makanan yang dikirim setiap hari oleh petugas diterima pihak sekolah untuk dilakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada siswa.
“Setiap hari makanan diantar oleh petugas dari SPPG Batu Hitam sesuai jadwal yang telah ditentukan. Setelah tiba di sekolah, makanan diterima oleh petugas yang ditunjuk untuk memastikan jumlah dan kondisi makanan sesuai,” ujar Siti kepada koranperbatasan.com melalui WhatsApp, Senin (22/6/2026).
Setelah dipastikan sesuai, makanan tersebut langsung disalurkan ke setiap ruang kelas dengan melibatkan guru serta wali kelas masing-masing.
“Selanjutnya, makanan didistribusikan ke masing-masing kelas dengan bantuan guru dan wali kelas hingga sampai langsung kepada peserta didik. Selama ini proses distribusi berjalan lancar dan tertib,” jelasnya.
Selain memastikan kelancaran distribusi, pihak madrasah juga melakukan pendataan terhadap siswa yang memiliki riwayat alergi makanan maupun kondisi kesehatan tertentu.
Pendataan tersebut dilakukan sejak awal pelaksanaan program melalui wali kelas dengan melibatkan komunikasi bersama orang tua siswa.
“Data tersebut menjadi bahan informasi bagi sekolah dan pihak terkait. Namun, hingga saat ini tidak terdapat kendala yang berarti karena menu makanan yang disediakan umumnya dapat diterima oleh seluruh peserta didik,” ungkapnya.
Selama satu tahun berjalan, Siti menyebut keberadaan MBG memberikan perubahan positif terhadap aktivitas belajar siswa di madrasah.
Berdasarkan pengamatan guru dan wali kelas, peserta didik terlihat lebih aktif, bersemangat, serta memiliki energi yang cukup dalam mengikuti pelajaran.
“Program MBG memberikan dampak yang sangat positif bagi peserta didik. Siswa terlihat lebih bersemangat dan memiliki energi yang cukup selama mengikuti pembelajaran,” katanya.
Meski belum dilakukan penelitian secara khusus, pihak madrasah merasakan adanya peningkatan antusias siswa setelah mendapatkan asupan makanan bergizi selama berada di lingkungan sekolah.
“Secara umum guru merasakan bahwa siswa lebih fokus dan antusias dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar,” tambahnya.
Walaupun secara umum berjalan lancar, Siti mengakui masih terdapat pekerjaan rumah (PR) kecil yang perlu disinkronkan, terutama terkait waktu penjemputan wadah makanan atau ompreng bagi siswa kelas siang.
Menurutnya, terkadang petugas datang lebih awal sementara pihak sekolah masih dalam proses mengumpulkan dan merapikan wadah makanan.
“Untuk kelas siang, waktu penjemputan makanan dari petugas terkadang terlalu awal, sehingga ompreng atau wadah makanan masih dalam proses dirapikan dan belum sepenuhnya siap untuk diserahkan,” jelasnya.
Ia mengatakan kondisi tersebut menyebabkan petugas penjemput terkadang sudah tiba sebelum seluruh proses penataan selesai.
Namun, kendala teknis tersebut tetap dapat diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi antara sekolah dengan pihak SPPG Batu Hitam.
“Kendala tersebut dapat diatasi melalui koordinasi yang baik antara pihak sekolah dan petugas agar proses distribusi makanan tetap berjalan lancar,” ujarnya.
Sebagai bentuk evaluasi, pihak madrasah juga terus membuka komunikasi dengan SPPG apabila terdapat masukan ataupun hal yang perlu diperbaiki.
“Apabila terdapat masukan atau hal-hal yang perlu diperbaiki, sekolah dapat langsung menyampaikannya kepada pihak SPPG untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.
Ke depan, Siti berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berlanjut karena memberikan manfaat besar bagi peserta didik.
“Harapan kami, program Makan Bergizi Gratis ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi peserta didik,” harapnya.
Selain keberlanjutan program, ia berharap kualitas gizi, kebersihan makanan, variasi menu, serta ketepatan waktu pendistribusian terus dipertahankan.
“Kami berharap program ini dapat terus menjangkau seluruh sekolah di Kabupaten Natuna sehingga semakin banyak anak yang merasakan manfaatnya. Program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kesehatan dan masa depan generasi penerus bangsa, sehingga kami sangat mendukung keberlanjutannya,” pungkasnya.
Laporan: Dini










