“SMPN 2 Bunguran Timur melaksanakan pembagian rapor kenaikan kelas melalui Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak sebagai upaya memperkuat hubungan sekolah dan orang tua.”
Kepala Sekolah SMPN 2 Bunguran Timur, Lukman Hakim, S.Pd., menyampaikan bahwa pembagian rapor kenaikan kelas tahun ajaran 2025/2026 telah sukses dilaksanakan dengan menerapkan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak sesuai arahan Dinas Pendidikan.
NATUNA – SMPN 2 Bunguran Timur sukses melaksanakan pembagian rapor kenaikan kelas bagi peserta didik kelas 7 dan 8 pada Sabtu (20/6/2026). Kegiatan tersebut mengusung konsep Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak, yang menjadi salah satu langkah membangun keterlibatan orang tua dalam perkembangan pendidikan siswa.
Lukman Hakim menjelaskan, melalui sistem tersebut pihak sekolah mengundang langsung orang tua atau wali murid untuk hadir menerima rapor anaknya. Hal ini dilakukan agar komunikasi dan kerja sama antara pihak sekolah dengan keluarga dapat terus terjalin dengan baik.
“Jadi yang menerima rapor siswa adalah orang tua atau wali murid. Sistem penerimaan rapor ini dilakukan dengan mengundang orang tua, karena rapor kenaikan kelas memang harus orang tua yang mengambilnya sesuai arahan dinas,” ujarnya kepada koranperbatasan.com saat diwawancarai melalui WhatsApp, Minggu (21/6/2026).
Selain pembagian rapor, pihak sekolah juga memberikan apresiasi kepada peserta didik yang berhasil meraih prestasi akademik. Penghargaan tersebut diberikan dalam bentuk piala dan piagam kepada siswa peraih peringkat 1, 2, dan 3 di masing-masing kelas.
Lukman juga menyampaikan rasa syukurnya karena seluruh siswa kelas 7 dan 8 SMPN 2 Bunguran Timur yang berjumlah 170 orang dinyatakan naik kelas dengan hasil memuaskan.
“Alhamdulillah seluruh siswa kelas 7 dan 8 yang berjumlah 170 orang naik kelas semua dengan nilai semuanya di atas KKM,” tuturnya.
Menurutnya, kegiatan pembagian rapor yang menghadirkan orang tua tidak hanya menjadi agenda akhir tahun pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi antara guru dan wali murid.
Pihak sekolah berharap pola komunikasi yang sudah terbangun melalui Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak dapat terus dipertahankan dan menjadi kebiasaan positif di lingkungan sekolah.
“Harapan kami, sistem dan cara pembagian rapor yang mengundang orang tua ini harus dijadikan budaya sekolah. Ini sebagai ajang silaturahmi antara pihak sekolah dengan orang tua wali di akhir tahun pembelajaran 2025/2026 ini,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya tahun ajaran 2025/2026, SMPN 2 Bunguran Timur berharap kolaborasi antara sekolah dan orang tua semakin kuat dalam mendukung peningkatan prestasi serta pembentukan karakter peserta didik.
Laporan: Dini










