EKONOMI PERBATASANNATUNAUMKM PERBATASAN

Warkop Pagi Sore Natuna Sajikan Sarapan Enak dengan Harga Terjangkau

×

Warkop Pagi Sore Natuna Sajikan Sarapan Enak dengan Harga Terjangkau

Sebarkan artikel ini
Kolase suasana Warkop Pagi Sore di Ranai, Kabupaten Natuna, menampilkan daftar menu, sajian sarapan andalan, serta aktivitas pelanggan yang menikmati hidangan. Warkop yang dikelola Neng Fitri Anggraini ini menawarkan berbagai pilihan menu seperti martabak Mesir, roti prata, lontong, dan mi lendir dengan harga terjangkau, sehingga menjadi salah satu tujuan favorit masyarakat untuk menikmati sarapan.

“Warkop Pagi Sore di Ranai, Kabupaten Natuna, terus mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu tujuan sarapan masyarakat. Mengandalkan menu andalan dengan harga terjangkau, usaha keluarga tersebut kini diteruskan oleh generasi berikutnya di tengah kondisi ekonomi yang masih berfluktuasi.”

Pemilik Warkop Pagi Sore, Neng Fitri Anggraini, mengatakan dirinya telah melanjutkan usaha keluarga selama kurang lebih satu tahun. Meski menghadapi penurunan penjualan akibat kondisi ekonomi, ia tetap berkomitmen mempertahankan kualitas menu dan terus melakukan promosi agar usaha tetap berkembang.

NATUNA — Warkop Pagi Sore menjadi salah satu tempat sarapan yang cukup dikenal masyarakat Ranai. Warung kopi yang telah lama berdiri itu awalnya dirintis oleh kakak Neng Fitri Anggraini di kawasan pantai sebelum akhirnya diteruskan olehnya di lokasi yang sekarang.

“Warung ini sebenarnya sudah lama berjalan sejak masih di pantai. Setelah kakak saya pindah, saya yang melanjutkan usaha ini. Sekarang sudah sekitar satu tahun saya yang mengelolanya,” ujar Neng Fitri Anggraini kepada koranperbatasan.com saat ditemui di tempat usahanya, Rabu (1/7/2026).

Setiap hari Warkop Pagi Sore mulai melayani pelanggan sejak pukul 05.00 WIB hingga 11.30 WIB, dengan berbagai pilihan menu sarapan yang menjadi favorit masyarakat.

Menu yang paling banyak diminati pelanggan adalah martabak Mesir dan roti prata. Selain itu tersedia pula lontong, mi lendir, serta menu sarapan lainnya dengan harga yang tetap ramah di kantong.

Adapun daftar harga yang ditawarkan antara lain, Martabak Mesir: Rp35.000, Roti prata mulai Rp17.00, Lontong Rp15.000 dan Mi lendir Rp15.000.

“Yang paling banyak dicari pelanggan itu martabak Mesir dan prata. Kalau prata mulai Rp17.000, martabak Mesir Rp35.000, sedangkan lontong, mi lendir, dan menu lainnya Rp15.000,” jelasnya.

Baca Juga:  Antara Biro Kepri Gelar Bincang Publik, Evy Ratnawati Syamsir: “Hasilnya Akan Kami Sampaikan ke Pusat”

Untuk mempertahankan pelanggan, Neng aktif memanfaatkan media sosial, terutama fitur Status WhatsApp, sebagai sarana promosi sekaligus menawarkan menu kepada pelanggan tetap maupun masyarakat sekitar.

“Kami terus promosi, menawarkan ke orang-orang terdekat dan rutin memasang story di WhatsApp,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui penjualan mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah berkurangnya aktivitas pegawai perkantoran yang biasanya sarapan di luar kantor.

“Sekarang memang ada penurunan penjualan. Biasanya hari Sabtu dan Minggu ada peningkatan, tetapi hari kerja agak menurun karena pegawai kantor sudah jarang turun untuk sarapan. Meski begitu, penjualan menu lainnya masih bisa membantu kami mendapatkan keuntungan,” ungkapnya.

Neng menyebut omzet usahanya dalam kondisi normal berkisar antara Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan. Sementara dalam kondisi ekonomi saat ini, omzet masih berada di kisaran Rp1 juta.

Di akhir wawancara, ia berharap kondisi ekonomi masyarakat Natuna kembali membaik, termasuk kelancaran pembayaran gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), sehingga berdampak positif terhadap daya beli masyarakat.

“Harapan saya semoga ke depan gaji dan TPP bisa lebih lancar. Kalau gaji dan TPP lancar, tentu penjualan kami sebagai pedagang juga akan ikut meningkat,” pungkasnya.


Laporan: Dini


 

📊 Views: 64

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *