“Di tengah melemahnya daya beli masyarakat, usaha Rujak Jambu Kristal milik Zaharoh di Ranai tetap bertahan selama hampir lima tahun dengan mengandalkan kualitas buah, cita rasa khas, dan konsistensi pelayanan kepada pelanggan.”
Pemilik Rujak Jambu Kristal, Zaharoh, berhasil mempertahankan usahanya selama hampir lima tahun di Kota Ranai, Kabupaten Natuna. Berawal dari inisiatif sederhana menghadirkan camilan sehat berbahan dasar jambu kristal, usaha mikro tersebut kini menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk menikmati buah segar sebagai pencuci mulut.
NATUNA – Zaharoh mengatakan, ide membuka usaha Rujak Jambu Kristal muncul dari keinginannya menyediakan camilan sehat yang berbeda dari jajanan pada umumnya. Menurutnya, jambu kristal memiliki cita rasa yang segar sehingga cocok dinikmati kapan saja, terutama setelah makan.
“Awalnya ini murni inisiatif sendiri. Saya melihat jambu kristal cocok dijadikan camilan atau pencuci mulut. Alhamdulillah sampai sekarang peminatnya tetap ada dan pelanggan tidak pernah bosan,” ujar Zaharoh kepada koranperbatasan.com, saat ditemui di lapaknya, Sabtu (4/7/2026).
Keunikan Rujak Jambu Kristal miliknya terletak pada racikan bumbu yang berbeda dari rujak pada umumnya. Jika kebanyakan menggunakan bumbu kacang atau petis, Zaharoh memilih menyajikan perpaduan bumbu tabur khas yang terdiri dari garam, gula, serta bubuk cabai kering yang dihaluskan.
Pelanggan juga diberikan kebebasan memilih tingkat kepedasan maupun cara penyajian bumbu, baik dicampur langsung dengan buah maupun dipisahkan.
Selain jambu kristal, pelanggan juga dapat memilih paket campuran dengan buah lain seperti jambu air, jambu madu, nanas, hingga mangga apel sesuai musim panen.
“Harga satu porsi standar Rp15 ribu. Kalau ada yang ingin porsi Rp10 ribu juga tetap kami layani. Kalau mau campur dengan buah lain juga bisa, tergantung ketersediaan buah saat itu,” katanya.
Untuk menjaga kualitas produk, Zaharoh mendatangkan pasokan jambu kristal dari Pontianak. Menurutnya, hasil panen petani lokal belum mampu memenuhi kebutuhan usahanya secara berkelanjutan.
“Kalau mengandalkan buah lokal belum bisa setiap hari karena panennya masih terbatas. Makanya kami juga mengambil pasokan dari Pontianak supaya stok tetap tersedia,” jelasnya.
Meski usahanya tetap berjalan, Zaharoh mengakui kondisi ekonomi yang sedang lesu memberikan dampak terhadap omzet penjualan. Jika pada awal merintis usaha mampu meraih omzet hingga Rp800 ribu sampai Rp1 juta per hari, kini untuk mencapai Rp400 ribu per hari saja sudah cukup sulit.
“Kalau sekarang ekonomi memang tidak baik-baik saja. Dulu omzet bisa sampai Rp800 ribu bahkan Rp1 juta sehari. Sekarang untuk mencapai Rp400 ribu saja cukup sulit. Biasanya yang ramai itu malam Jumat sampai malam Minggu,” ungkapnya.
Selain faktor ekonomi, kondisi cuaca juga menjadi tantangan tersendiri. Ketika angin kencang melanda perairan Natuna, distribusi buah dari luar daerah sering terhambat sehingga memengaruhi ketersediaan stok.
“Kendalanya kalau angin kencang kapal tidak bisa masuk atau kebun di daerah pemasok belum panen. Sementara ketahanan jambu kristal hanya sekitar 10 hari. Setelah itu buah akan semakin matang dan akhirnya membusuk,” tuturnya.
Untuk mengurangi risiko kerugian, Zaharoh kini mengurangi jumlah pemesanan buah dibandingkan saat awal merintis usaha. Jika sebelumnya mampu memesan hingga tiga keranjang atau sekitar 80-100 kilogram untuk kebutuhan 10 hari, kini ia hanya memesan sekitar satu keranjang atau sekitar 50 kilogram agar stok tetap terjaga.
Sebelum terjun ke dunia usaha, Zaharoh pernah berkarier sebagai jurnalis sekitar tahun 2010 hingga 2011. Pengalaman tersebut diakuinya banyak membantu dalam membangun relasi sekaligus memahami perkembangan masyarakat Natuna.
Menatap ke depan, Zaharoh berharap kondisi perekonomian Natuna segera membaik sehingga daya beli masyarakat kembali meningkat dan pelaku UMKM dapat berkembang.
“Harapan saya semoga ekonomi Natuna kembali membaik. Kalau daya beli masyarakat meningkat, tentu usaha-usaha kecil seperti kami juga ikut berkembang,” pungkasnya.
Laporan: Dini










