“Memanfaatkan kontainer bekas sebagai tempat usaha, seorang anggota TNI Angkatan Udara (TNI AU) di Natuna menghadirkan Garage Barbershop dengan konsep modern yang menyasar kalangan Generasi Z (Gen Z) dan pecinta gaya rambut kekinian.”
Anggota TNI Angkatan Udara (TNI AU), Iqbal Bima Ramadhan, sukses mengembangkan usaha pangkas rambut modern bernama Garage Barbershop di Kota Ranai, Kabupaten Natuna. Mengusung konsep barbershop berbahan kontainer yang pertama di daerah tersebut, usaha yang mulai beroperasi sejak 2 Mei 2026 itu menawarkan suasana unik sekaligus mengikuti tren gaya hidup anak muda.
NATUNA – Di tengah kesibukannya sebagai prajurit TNI AU, Iqbal melihat peluang usaha yang berbeda dari barbershop pada umumnya. Ia memanfaatkan sebuah kontainer bekas yang sebelumnya digunakan sebagai kafe dan mengubahnya menjadi tempat pangkas rambut modern.
Menurutnya, ide tersebut muncul karena biaya sewa ruko di Ranai cukup tinggi, sementara kontainer yang tidak lagi digunakan masih memiliki ruang yang cukup untuk dijadikan tempat usaha.
“Lokasi ini sebelumnya merupakan kafe. Setelah tidak beroperasi lagi, kontainernya kosong. Daripada harus menyewa ruko yang biayanya cukup mahal, saya coba ukur bagian dalamnya dan ternyata masih cukup luas. Akhirnya saya mencoba membuka barbershop dengan konsep kontainer karena belum ada yang seperti ini di Ranai,” ujar Iqbal kepada koranperbatasan.com, Sabtu (4/7/2026).
Meski menjadi pemilik usaha, Iqbal mengaku dirinya bukan seorang pemangkas rambut. Untuk menjaga kualitas pelayanan, ia mempercayakan pekerjaan tersebut kepada kapster yang telah memiliki sertifikat keahlian di bidang barber.
Ia mengatakan, ide membuka barbershop juga dipengaruhi tren media sosial, khususnya TikTok, yang banyak menampilkan gaya rambut modern yang digemari anak muda.
“Karena sering melihat di TikTok, saya melihat anak-anak Gen Z sekarang lebih menyukai tempat pangkas rambut yang modern. Makanya saya tertarik mencoba membuka usaha ini,” katanya.
Mayoritas pelanggan Garage Barbershop merupakan pelajar dan kalangan muda berusia sekitar 18 hingga 20 tahun. Model rambut yang paling banyak diminati adalah Taper dan Fade, dengan gaya Taper menjadi pilihan utama pelanggan.
Untuk menikmati layanan pangkas rambut di Garage Barbershop, pelanggan cukup membayar Rp25.000 per orang. Selain melayani pelanggan pria, barbershop tersebut juga menerima pelanggan perempuan yang ingin memotong rambut pendek tanpa model khusus.
“Kalau pelanggan perempuan memang ada, tetapi sejauh ini baru satu orang. Biasanya hanya ingin memendekkan rambut saja,” jelasnya.
Meski baru beroperasi sekitar dua bulan, Garage Barbershop mulai mendapat sambutan positif dari masyarakat. Pada hari ramai, omzet harian usaha tersebut dapat mencapai sekitar Rp500 ribu, sedangkan pada hari biasa berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp350 ribu.
Untuk memperluas jangkauan pasar, Iqbal aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Berbagai hasil potongan rambut pelanggan rutin diunggah dalam bentuk konten video agar semakin banyak masyarakat mengenal Garage Barbershop.
“Promosi kami lebih banyak melalui TikTok dan media sosial. Lewat konten hasil potongan rambut, pelanggan jadi lebih tertarik datang ke sini,” ungkapnya.
Selama menjalankan usaha, Iqbal mengaku belum menemui kendala berarti. Ia berharap Garage Barbershop dapat terus berkembang hingga mampu membuka cabang baru di lokasi lain tanpa meninggalkan konsep kontainer yang menjadi ciri khas usahanya.
“Harapan saya semoga usaha ini terus berjalan lancar dan semakin ramai. Kalau nanti sudah berkembang, saya ingin membuka cabang lagi. Tetap menggunakan konsep kontainer karena itu yang menjadi daya tarik usaha kami,” pungkasnya.
Laporan: Dini










