“SDN 001 Ranai memanfaatkan momentum HUT ke-81 Republik Indonesia melalui berbagai perlombaan sebagai media pembelajaran untuk menanamkan nasionalisme, gotong royong, solidaritas, disiplin, serta membentuk karakter
Kepala SDN 001 Ranai, Deni Iswanti, S.Pd.SD., mengatakan berbagai perlombaan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia merupakan agenda rutin sekolah setiap Agustus. Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan kegembiraan, tetapi juga menjadi media pembelajaran untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme kepada siswa sejak dini.
NATUNA — Kepala SDN 001 Ranai, Deni Iswanti, S.Pd.SD., mengatakan perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di sekolahnya diisi dengan berbagai perlombaan yang melibatkan siswa kelas rendah hingga kelas tinggi.
Menurut Deni, kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap Agustus sebagai bagian dari upaya sekolah memeriahkan Hari Kemerdekaan sekaligus memberikan pembelajaran bermakna kepada siswa.
“Tujuannya tidak lain adalah untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme anak-anak kepada Indonesia. Ini sesuai dengan kurikulum deep learning yang memiliki tujuan pembelajaran menyenangkan bagi anak,” ujar Deni.
Deni menjelaskan, perlombaan juga menjadi sarana bagi sekolah untuk mengenalkan nilai perjuangan dan pengorbanan para pahlawan kepada siswa. Dengan demikian, kemeriahan peringatan kemerdekaan tidak berhenti pada kegiatan hiburan semata.
“Selain perlombaan ini untuk meningkatkan rasa suka dan rasa gembira, kami juga menanamkan rasa nasionalisme kepada anak-anak. Kami tanamkan kepada mereka bagaimana membentuk karakter, rela berkorban, gotong royong, dan cinta tanah air,” jelasnya.
Perlombaan dibagi untuk siswa kelas rendah dan kelas tinggi. Jenis permainan yang diberikan disesuaikan dengan tingkatan dan kemampuan para siswa.
Sejumlah perlombaan yang digelar antara lain tarik tambang, balap karung, sepak bola, permainan mengambil air di dalam gelas, serta mengambil air dalam tepung.
Menurut Deni, di balik setiap permainan terdapat nilai pendidikan yang ingin ditanamkan. Para siswa diajak belajar berjuang, disiplin, bekerja sama, serta menerima kemenangan maupun kekalahan dalam sebuah pertandingan.
“Dari pertandingan ini mereka bisa melihat sendiri bagaimana yang kalah dan yang menang. Yang menang semangatnya tinggi, sedangkan yang kalah juga kami tanamkan sifat legowo. Jadi, sifat-sifat untuk mencintai tanah air Indonesia ini kami tanamkan sejak dini,” katanya.
Deni menambahkan, permainan yang dilaksanakan secara beregu juga menjadi media untuk melatih solidaritas dan kekompakan. Para siswa diharapkan memahami bahwa dalam sebuah tim, setiap anggota memiliki peran dan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri.
“Permainan ini mereka memakai tim. Dari tim itu menjaga kekompakan. Di situlah kita tanamkan kepada anak-anak bahwa dia tidak bisa berdiri sendiri. Kalau memang kalah, kita harus solid dan menerima kekalahan bersama tim,” ujarnya.
Sebagai tenaga pendidik, Deni berharap para guru terus berperan aktif dalam membentuk karakter siswa, baik melalui kegiatan akademik maupun nonakademik. Menurutnya, jiwa nasionalisme perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda memahami nilai perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.
“Teruslah melatih anak-anak untuk membentuk karakter, baik dari segi akademik maupun nonakademik. Tanamkan sifat nasionalisme kepada anak-anak sejak dini. Ajarkan bagaimana para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan,” pesannya.
Ia juga berharap pendidikan mampu melahirkan generasi yang memiliki rasa persaudaraan, kebersamaan, serta mampu menjaga persatuan.
“Teruslah menanamkan karakter anak-anak untuk menjadi anak-anak yang bersifat nasionalisme, memiliki rasa persaudaraan, dan bersatu bersama-sama teman-temannya,” tambah Deni.
Dalam momentum HUT ke-81 RI, Deni turut menyampaikan harapannya terhadap masa depan Indonesia. Ia berharap Indonesia semakin maju dan kesejahteraan dapat dirasakan masyarakat secara lebih adil dan merata.
“Mudah-mudahan ke depannya Indonesia lebih maju dan lebih memperjuangkan nasib masyarakat, sehingga masyarakat bisa makmur dan sejahtera seadil-adilnya,” pungkasnya. (KP)
Laporan: Dini










