KABAR PERBATASANNATUNAPEMBANGUNAN DAERAHSUARA RAKYATTOKOH PERBATASAN

Bupati Natuna Sulit Ditemui, Pedagang Pertanyakan Akses Komunikasi 

×

Bupati Natuna Sulit Ditemui, Pedagang Pertanyakan Akses Komunikasi 

Sebarkan artikel ini
Bujang Sudirman dan Bupati Natuna, Cen Sui Lan, dalam ilustrasi terkait sorotan pedagang mengenai akses komunikasi dengan pemerintah daerah. Foto: koranperbatasan.com

“Keluhan pedagang di Pantai Piwang, Ranai, menyoroti akses komunikasi antara masyarakat dan kepala daerah. Ketua Serikat Pedagang Kaki Lima Sri Panglima, Bujang Sudirman, mengaku kini lebih sulit menemui Bupati Natuna untuk menyampaikan langsung persoalan yang dihadapi pedagang.” 

Ketua Serikat Pedagang Kaki Lima Sri Panglima Kabupaten Natuna, Bujang Sudirman, mempertanyakan kemudahan masyarakat dalam bertemu langsung dengan Bupati Natuna, Cen Sui Lan. Menurutnya, komunikasi langsung antara kepala daerah dan masyarakat penting agar berbagai persoalan di lapangan dapat disampaikan tanpa perantara. 

NATUNA – Bujang Sudirman mengatakan akses bertemu dengan kepala daerah saat ini berbeda dibandingkan sebelumnya. Ia mengaku dahulu dapat menghubungi bupati secara langsung ketika hendak menyampaikan persoalan. 

“Dulu kalau mau jumpa bupati cukup saya telepon, bisa saya jumpa bupati. Hari ini tidak, harus pakai protokoler,” kata Bujang saat ditemui di kawasan Pantai Piwang, Ranai, 11 Agustus 2026. 

Menurut Bujang, kondisi tersebut membuat ruang komunikasi langsung antara pedagang dan pemerintah daerah menjadi lebih terbatas. Ia berharap pemerintah dapat membuka ruang yang lebih mudah bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan secara langsung. 

“Harapan saya, pemerintah datangi kami. Sentil sedikit telinga kami. Apa sebenarnya kebutuhan, biar bisa kami paparkan,” ujarnya. 

Bujang menilai komunikasi langsung penting, terlebih ketika pemerintah memiliki sejumlah rencana penataan kawasan Pantai Piwang. Menurut dia, masyarakat yang berada dan beraktivitas di kawasan tersebut perlu dilibatkan dalam pembahasan agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi di lapangan. 

Ia juga mengaku hingga saat wawancara dilakukan belum pernah berkomunikasi langsung dengan Bupati Natuna mengenai persoalan pedagang di kawasan tersebut. 

Bujang menegaskan kritik yang disampaikannya bukan semata-mata untuk menyalahkan pemerintah. Ia justru berharap persoalan yang ada dapat dibicarakan bersama dan ditemukan jalan keluarnya. 

Baca Juga:  Sambut Taruna, Bupati Natuna Berharap Ada Anak Daerah Masuk Akademi Angkatan Laut

“Kalau memang ada permasalahan di pantai ini, cari dulu titik permasalahannya apa. Aman itu. Tidak ada masalah yang tidak bisa kita selesaikan, selagi itu hal-hal yang positif,” katanya. 

Bupati Cen Sui Lan: Kritik Tetap Saya Hargai 

Sementara itu, Bupati Natuna, Cen Sui Lan, saat menerima silaturahmi HMI Cabang Natuna di Ruang Dinas Bupati Natuna, Bukit Arai, Kamis, 20 Agustus 2026, turut menyampaikan pandangannya mengenai berbagai kritik dan opini negatif yang berkembang di tengah masyarakat. 

Dalam pertemuan tersebut, Cen Sui Lan mengaku prihatin terhadap munculnya berbagai penilaian negatif. Namun, ia menegaskan tetap menghargai kritik yang disampaikan masyarakat. 

“Terus terang, saya merasa prihatin ketika melihat banyak opini negatif yang berkembang. Ada sebagian masyarakat yang memberikan penilaian tanpa benar-benar mengenal saya secara langsung, bahkan belum mengetahui program-program maupun perkembangan yang telah kami upayakan selama masa kepemimpinan ini. Namun demikian, saya tetap menghargai setiap kritik yang disampaikan,” kata Cen Sui Lan sebagaimana disampaikan kepada HMI Cabang Natuna dalam pertemuan tersebut.  

Cen Sui Lan juga menegaskan kritik tidak menyurutkan semangatnya untuk terus bekerja bagi masyarakat. Menurutnya, kritik merupakan bagian dari proses pembangunan dan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki berbagai kekurangan. 

“Mindset saya adalah terus maju dan terus bekerja untuk masyarakat. Kritik merupakan bagian dari proses pembangunan. Yang terpenting adalah bagaimana kita dapat memperbaiki berbagai kekurangan, mengubah kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik, dan membangun tata kelola serta regulasi yang lebih baik ke depannya,” tegasnya.  

Dalam kesempatan yang sama, Cen Sui Lan juga mengakui pemerintah daerah memiliki keterbatasan, baik dari sisi anggaran maupun kewenangan. Karena itu, ia menilai pembangunan Natuna membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. 

Baca Juga:  Disparbud Natuna Adakan Pelatihan Manajemen Homestay

“Betul sekali. Pemerintah memiliki berbagai keterbatasan, baik dari sisi anggaran maupun kewenangan. Karena itu, diperlukan kolaborasi dan dukungan dari seluruh pihak. Saya berharap semua elemen masyarakat dapat memberikan kritik yang membangun sekaligus ikut berkontribusi dalam mencari solusi, sehingga kita dapat bersama-sama membawa Natuna ke arah yang lebih baik,” ujarnya.  

Pernyataan tersebut menjadi bagian penting dalam melihat persoalan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah daerah. Di satu sisi, pedagang berharap dapat lebih mudah menyampaikan persoalan secara langsung kepada kepala daerah. Di sisi lain, Bupati Natuna menyatakan tetap membuka ruang terhadap kritik dan menganggapnya sebagai bagian dari proses pembangunan. 

Bujang berharap perbedaan pandangan tersebut tidak menjadi jarak antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, komunikasi langsung diperlukan agar persoalan yang berkembang dapat diketahui dan dibahas bersama. 

“Tidak ada masalah yang tidak bisa kita selesaikan, selagi itu hal-hal yang positif,” pungkasnya. 


Laporan: Ran 


 

📊 Views: 139

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *