EKONOMI PERBATASANNATUNAPARLEMENTARIASUARA RAKYATUMKM PERBATASAN

Natuna Butuh Lapangan Kerja, Daeng Ganda Dorong Ekonomi Nonmigas

×

Natuna Butuh Lapangan Kerja, Daeng Ganda Dorong Ekonomi Nonmigas

Sebarkan artikel ini
Caption: Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Natuna, Daeng Ganda Rahmatullah, S.H., saat diwawancarai mengenai tantangan ekonomi dan pembangunan daerah.

“Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Natuna, Daeng Ganda Rahmatullah, S.H., mendorong penguatan sektor nonmigas untuk membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah penurunan pendapatan migas dan pengetatan fiskal.”

NATUNA – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Natuna, Daeng Ganda Rahmatullah, S.H., menilai penguatan sektor nonmigas menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas lapangan kerja di Kabupaten Natuna. Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Natuna pada 12 Oktober 2026, menurutnya, perlu menjadi ruang refleksi terhadap tantangan pembangunan dan kondisi keuangan daerah.

Daeng Ganda menjelaskan, pendapatan daerah yang sebelumnya ditopang sektor minyak dan gas (migas) kini mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah memperkuat kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat sekaligus mencari sumber pertumbuhan ekonomi lain.

“Namun beberapa hal yang terkait dengan pembangunan infrastruktur maupun ekonomi mungkin agak menjadi atensi di pemerintah daerah karena perbedaan dari tahun ke tahun Natuna yang awalnya menjadi daerah penghasil migas ditetapkan tahun 2002 itu menjadi sumber pendapatan yang paling seksilah di APBD kita sumber pendapatan,” ujarnya saat diwawancara di ruang kerjanya, Senin (12/10/2026).

Menurut Daeng Ganda, pengembangan sektor nonmigas perlu diarahkan pada kegiatan ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat, terutama melalui pembukaan lapangan kerja, kemudahan akses pembiayaan, dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Lebih membuka lapangan kerja yaitu bagaimana perbankan juga bisa ikut memberikan insentif kredit yang baik seperti KUR maupun pembangunan rumah subsidi. Kemudian masyarakat bisa mendapatkan kemudahan dalam mengakses pembiayaan. Itu juga menjadi peluang agar UMKM kita bisa bergerak,” katanya.

Ia menilai, kemudahan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pengembangan rumah subsidi dapat menjadi bagian dari upaya menggerakkan ekonomi masyarakat. Ketika UMKM memperoleh akses pembiayaan yang lebih baik dan aktivitas ekonomi meningkat, peluang pembukaan lapangan kerja juga diharapkan semakin luas.

Baca Juga:  DPRD Anambas Dorong Penataan Tata Ruang dan Perizinan untuk Percepatan Investasi Pariwisata

Sektor Nonmigas Diharapkan Menambah PAD

Daeng Ganda menegaskan pengembangan sektor nonmigas bukan hanya berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja, tetapi juga berpotensi memperkuat Pendapatan Asli Daerah. Dengan begitu, pembangunan diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata, termasuk di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan akses.

“Dari sektor non-migas itu memungkinkan kita untuk menambahkan pendapatan asli daerah. Sehingga lapangan kerja bisa lebih banyak lagi dan pembangunan Natuna bisa merata dari setiap pulau. Kita ada 17 kecamatan yang sangat jauh aksesnya,” ungkapnya.

Ia mengingatkan pemerataan pembangunan di Natuna membutuhkan upaya besar karena wilayahnya terdiri atas 17 kecamatan dengan jarak dan akses yang berbeda-beda. Karena itu, kolaborasi lintas pemerintahan dinilai penting agar kehadiran pembangunan dapat dirasakan masyarakat di setiap wilayah.

Air Bersih dan Listrik Masih Menjadi Tantangan

Selain lapangan kerja dan ekonomi, Daeng Ganda turut menyoroti persoalan air bersih dan listrik. Ia menjelaskan bahwa sumber air baku, termasuk Embung Sebayar dan sejumlah embung lainnya, telah tersedia. Namun, jaringan distribusi serta pembangunan instalasi pengolahan air masih membutuhkan pembiayaan besar.

“Jaringan ini perlu biaya lagi yang besar karena untuk pemurnian dari air baku menjadi air yang layak untuk dikonsumsi itu perlu suatu namanya IPA instalasi air, instalasi air cukup mahal ratusan miliar juga,” ujarnya.

Sementara itu, sektor kelistrikan Natuna masih bergantung pada mesin diesel berbahan bakar solar. Daeng Ganda mendorong agar peluang energi terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan tenaga angin, turut dipertimbangkan. Menurutnya, pelaksanaannya membutuhkan koordinasi dengan PLN sebagai pihak yang menangani penyelenggaraan kelistrikan.

Persoalan infrastruktur dasar tersebut menjadi bagian dari tantangan pembangunan yang perlu diselesaikan secara bertahap, dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah dan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.

Daya Beli Masyarakat Perlu Diperhatikan

Baca Juga:  Cen Sui Lan Diuji, Marzuki Nilai UMKM Natuna Jalan di Tempat Bahkan Penurunan

Daeng Ganda juga menyoroti pentingnya memperkuat ekonomi riil dan kemampuan daya beli masyarakat. Menurutnya, capaian pembangunan yang terlihat melalui indikator di atas kertas perlu diikuti dengan perbaikan kondisi ekonomi yang benar-benar dirasakan warga.

“Dan beberapa hal itu sudah masuk dalam kategori indikator-indikator yang sudah bisa kita katakan aman tetapi di sektor riil yang harus kita lebih kita amankan adalah bagaimana kemampuan, daya beli dari masyarakat itu sendiri yang kita rasakan,” katanya.

Ia menilai, tantangan fiskal membuat pemerintah daerah perlu mengupayakan dukungan pendanaan tambahan agar berbagai program pembangunan dan penguatan ekonomi dapat berjalan. Dalam situasi tersebut, pengembangan sektor nonmigas, akses pembiayaan UMKM, dan pembukaan lapangan kerja menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi daerah.

Daeng Ganda Ajak Diaspora Berkontribusi

Memasuki usia ke-27 Kabupaten Natuna, Daeng Ganda mengajak putra-putri daerah yang berada di luar Natuna atau diaspora untuk ikut berkontribusi terhadap pembangunan kampung halaman. Kontribusi tersebut, menurutnya, tidak harus selalu melalui kepulangan secara fisik, tetapi juga dapat berupa gagasan, pengalaman, dan jaringan yang dimiliki.

“Putra-putri asli daerah hari ini yang sudah berada di luar daerah, harapannya bisa pulang ke Natuna. Mungkin bukan dalam keadaan fisik maupun setelah kemampuan berpikir, bantu untuk membuat suatu gebrakan bersama pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia berharap para pemangku kepentingan, instansi pemerintah, serta kalangan cendekiawan dapat duduk bersama untuk merumuskan gagasan pembangunan yang dapat dilaksanakan secara nyata.

“Harapannya kita harus solid kumpul rembuk agar Kabupaten Natuna ini bisa kita jaga bersama-sama,” ajak Ganda.

Daeng Ganda menutup keterangannya dengan mengajak masyarakat menjadikan peringatan HUT ke-27 Natuna sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan pengabdian untuk daerah.

“Ya, selamat Dirgahayu Kabupaten Natuna yang ke-27. Semoga kita semua diberikan kesehatan yang paling utama sekarang ini,” tuturnya.


Laporan: Dini


📊 Views: 215

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *