“Camat Bunguran Timur, Syuparman, S.E., M.M., mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Natuna melanjutkan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran. Ia berharap kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih, segera terpenuhi dan Dana Bagi Hasil (DBH) migas dapat mendukung pembiayaan pembangunan daerah.”
NATUNA – Memasuki usia ke-27 tahun, Kabupaten Natuna masih menghadapi tantangan fiskal dalam membiayai pembangunan. Camat Bunguran Timur, Syuparman, S.E., M.M., menilai pemerintah daerah terus berupaya melakukan pembenahan dan mencari alternatif pendanaan agar pembangunan tetap berjalan di tengah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurut Syuparman, kondisi fiskal Natuna dalam beberapa tahun terakhir menjadi tantangan tersendiri. Meski demikian, ia melihat adanya upaya pemerintah untuk mendorong kemajuan daerah melalui berbagai langkah, termasuk mencari dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
“Kami selaku pemerintahan kecamatan, tentunya sedang berbenah diri untuk menjadi lebih baik, dan lebih berkembang. Mungkin berbeda dengan kabupaten kota lain yang berada di wilayah Provinsi Kepulauan Riau yang kita tahu beberapa tahun terakhir juga bermasalah dengan anggaran fiskal yang sangat terbatas,” ujarnya kepada koranperbatasan.com saat diwawancara di Kantor DPRD Natuna, Selasa (13/10/2026).
Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran daerah mendorong perlunya upaya mencari sumber pendanaan lain, termasuk melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.
“Tentu ada cara-cara lain untuk mencari anggaran mungkin dari pemerintah pusat lewat dana DAK dan segala macam. Saya pikir dari tahun ke tahun Kabupaten Natuna sudah mulai baik dan sudah mulai nampak progres-progres,” katanya.
Bagi Syuparman, upaya tersebut menjadi bagian dari proses pembenahan daerah agar pembangunan tetap berjalan meskipun kemampuan keuangan daerah terbatas.
Penganggaran Kecamatan Bunguran Timur
Mengenai perhatian pemerintah daerah terhadap Kecamatan Bunguran Timur, Syuparman menilai alokasi anggaran telah diberikan sesuai dengan porsi yang tersedia. Ia mengakui ukuran kecukupan anggaran bersifat relatif, tetapi mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap kebutuhan wilayah kecamatan dan kelurahan.
“Kalau dari segi penganggaran saya pikir sesuai dengan porsi ya. Memang kalau berbicara cukup relatif, tentu ada upaya untuk memberikan yang terbaik,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah karena, menurutnya, kebutuhan wilayah kecamatan dan kelurahan tetap menjadi perhatian di tengah keterbatasan anggaran.
“Nah, tentunya kita ucapkan terima kasih juga kepada pemerintah daerah yang dalam keterbatasan anggaran masih sempat juga memikirkan kita-kita di kecamatan maupun kelurahan khususnya yang berada di Kecamatan Bunguran Timur,” tambahnya.
Air Bersih Masih Menjadi Pekerjaan Rumah
Memasuki usia ke-27 tahun, Natuna masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah pembangunan yang perlu diselesaikan. Syuparman secara khusus menyoroti kebutuhan dasar masyarakat, terutama ketersediaan air bersih.
“Kita berharap Natuna semakin berkembang, mengejar ketertinggalan yang masih menjadi PR-PR kita bersama terkait kebutuhan-kebutuhan dasar seperti air bersih segera teratasi dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar tersebut penting agar pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia berharap persoalan air bersih mendapat perhatian berkelanjutan sehingga kebutuhan warga dapat terpenuhi dengan baik.
Syuparman Harapkan DBH Migas Mendukung Pembangunan
Selain persoalan air bersih, Syuparman menyinggung potensi gas alam Natuna yang dinilainya besar. Ia berharap kebijakan transfer ke daerah dan pembagian hasil dari sektor migas dapat memberikan dukungan bagi pembiayaan pembangunan.
“Kemudian juga keran TKD dari pusat mungkin bisa dibuka seleluasa mungkin karena kita mempunyai DBH yang sangat besar, potensi gas alam yang sangat besar,” katanya.
Ia melanjutkan, “Tentunya hak-hak itu juga kembali kepada kita sehingga mampu membiayai segala kebutuhan khususnya yang berada di daerah kelurahan,”.
Pernyataan tersebut mencerminkan harapan agar potensi sumber daya alam Natuna dapat memberikan manfaat lebih besar bagi pembiayaan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.
Namun, besaran DBH yang diterima serta mekanisme penyalurannya tidak dirinci dalam wawancara tersebut. Karena itu, harapan Syuparman mengenai DBH migas menjadi aspirasi yang perlu dibahas lebih lanjut dalam kerangka kebijakan fiskal dan pembagian pendapatan antara pemerintah pusat dan daerah.
Harapan untuk Natuna di Usia ke-27
Menutup wawancara, Syuparman mengajak masyarakat Bunguran Timur untuk terus menjaga semangat, kemandirian, dan kebersamaan demi kemajuan Natuna.
“Semoga masyarakat kita semakin hebat, semakin mandiri, dan semakin menjadi pribadi-pribadi yang baik untuk Natuna yang lebih maju dan Natuna yang lebih dikenali oleh khalayak luas. Itu harapan kita,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat atas hari jadi Kabupaten Natuna. “Ya. Selamat HUT Kabupaten Natuna yang ke-27. Semoga Natuna semakin berjaya dan semakin maju kedepannya,” tutup Syuparman.
Laporan: Dini










