ANAMBAS — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menegaskan pentingnya peran industri hulu minyak dan gas bumi (migas) dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya pada sektor pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi lokal, dan penyerapan tenaga kerja putra daerah.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, dalam acara serah terima program Community Investment Harbour Energy yang digelar di Aula Siantan Nur, lantai dua, Selasa (27/01/2026).
Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta perwakilan TNI Angkatan Laut.
Dalam sambutannya, Aneng menyampaikan apresiasi kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas yang beroperasi di Anambas, khususnya Harbour Energy, atas kontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
“Kehadiran industri migas di Anambas tidak hanya membawa aktivitas industri, tetapi juga harapan bagi masyarakat melalui peran tanggung jawab sosial perusahaan yang nyata dan berkelanjutan,” kata Aneng.
Aneng menilai program CSR yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat mulai dari pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi lokal hingga perbaikan sarana dan prasarana, telah menjadi jembatan kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah daerah.
Menurut Aneng, pendekatan berbasis kearifan lokal menjadi faktor penting agar kontribusi industri dapat benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Anambas.
“Kami berharap program-program yang telah diberikan dapat dirawat dan dijalankan secara berkesinambungan, sehingga manfaatnya dirasakan secara optimal oleh masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Aneng juga menyampaikan apresiasi secara khusus kepada perwakilan Harbour Energy, Andri Medianestrian dan Kristianto, atas kontribusi perusahaan dalam pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan dan ekonomi.
Selain apresiasi, Bupati Anambas secara terbuka mendorong peningkatan keterlibatan perusahaan migas dalam pembangunan sumber daya manusia lokal. Ia menyoroti minimnya data keterbukaan terkait jumlah putra-putri daerah yang bekerja di sektor migas di Anambas.
“Kami ini disebut sebagai daerah penghasil, tetapi sampai hari ini kami belum melihat secara jelas sejauh mana manfaat itu dirasakan daerah. Kami berharap ada keterbukaan, berapa sebenarnya putra-putri Anambas yang bekerja di perusahaan-perusahaan migas,” kata Aneng.
Pihaknya menegaskan bahwa aspirasi tersebut bukan didorong oleh kepentingan politis, melainkan kebutuhan riil masyarakat terhadap lapangan pekerjaan yang layak. Menurutnya, banyak generasi muda Anambas dengan latar belakang pendidikan sarjana dan pascasarjana yang belum terserap di sektor industri.
“Kami putra-putri daerah merindukan pekerjaan. Anak-anak kami sudah banyak yang S1 dan S2, tetapi masih menjadi penonton. Kami berharap perusahaan membuka peluang agar mereka bisa berkontribusi membangun daerah,” ujarnya.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Aneng menyebut pemerintah daerah telah mendorong pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) yang disesuaikan dengan kebutuhan industri migas.
“Melalui BLK, kami ingin menyiapkan tenaga kerja sesuai standar yang dibutuhkan perusahaan. Selama bisa dipenuhi oleh tenaga lokal, kami berharap tidak perlu mendatangkan tenaga kerja dari luar Anambas,” katanya.
Namun demikian, Aneng menyatakan pemerintah daerah tetap memahami kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja tertentu. Ia menegaskan prioritas tenaga lokal tetap harus menjadi prinsip utama.
“Kalau memang tidak bisa dipenuhi, silakan dari luar. Tapi kami mohon agar anak-anak lokal diprioritaskan,” ujarnya.
Di hadapan perwakilan Harbour Energy, Aneng juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung dunia usaha yang beroperasi di Anambas.
“Kalau ada kesulitan atau kebutuhan yang bisa kami bantu, sampaikan kepada kami. Pemerintah daerah siap mendukung dengan tulus, selama tidak melanggar aturan yang berlaku,” katanya.
Aneng menambahkan, sejak dilantik sebagai Bupati Kepulauan Anambas pada 20 Februari 2025, dirinya memiliki visi agar Anambas mampu melampaui capaian pembangunan kabupaten lain di Kepulauan Riau.
“Anambas memiliki potensi yang lengkap, tetapi belum dijalankan secara maksimal. Dengan kebersamaan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, saya yakin Anambas bisa lebih maju dan berdaya saing,” ujar Aneng. (KP).
Laporan : Azmi
Editor : Dhitto










