“Kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) Batam menjadi Rp5 juta dinilai belum sepenuhnya membawa kesejahteraan, karena di saat bersamaan harga bahan pokok melonjak dan justru menekan pelaku usaha kecil.”
BATAM – Indriyati, pedagang nasi di kawasan Piayu, Kota Batam, mengungkapkan bahwa kenaikan UMK Batam menjadi Rp5 juta justru terasa berat bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), karena diikuti lonjakan harga beras, ayam, telur, dan minyak goreng yang berdampak langsung pada usaha harian, Rabu (10/1/2025).
Indriyati mengaku kenaikan harga bahan pokok membuat biaya produksi semakin membengkak. Dalam sehari, ia harus memasak hingga 10 kilogram beras untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dari pagi hingga malam hari.
“Kenapa bisa naik begini? Harga bahan melonjak semua. Saya masak satu hari bisa 10 kilo beras sampai malam. Dari jam setengah enam pagi sampai jam sepuluh malam, kadang setengah sebelas baru pulang,” ujarnya.
Menurutnya, dampak kenaikan harga tidak hanya dirasakan dari sisi belanja bahan, tetapi juga dari daya beli pelanggan yang semakin menurun. Porsi pembelian cenderung mengecil, sementara harga bahan justru semakin mahal.
“Yang beli sekarang kecil-kecil. Tapi belanjanya lebih mahal. Tolonglah sembako diturunkan supaya ibu-ibu bisa sejahtera. Kalau ibu-ibu tidak sejahtera, akibatnya tidak bagus,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat arus keuangan usahanya terganggu. Dana yang biasanya disisihkan untuk membayar sewa terpaksa digunakan untuk menutup kebutuhan belanja harian.
“Biasanya bayar sewa tanggal satu sampai enam. Sekarang sering tertunda karena uangnya tidak cukup untuk belanja,” ungkap Indriyati.
Meski harga bahan baku terus naik, Indriyati mengaku tidak berani menaikkan harga jual. Kenaikan seribu rupiah saja dinilai sudah sangat berat bagi pelanggan.
“Jualan begini mau naikkan seribu rupiah saja susah. Dulu nasi 14 ribu, jadi 15 ribu saja susah sekali,” tuturnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat menstabilkan harga kebutuhan pokok seperti beras, ayam, telur, minyak goreng, dan gula agar pelaku usaha kecil bisa bertahan.
“Mudah-mudahan harga-harga bisa diturunkan dan distabilkan seperti kemarin. Jangan sampai telur sampai 70 ribu, ayam 48 ribu,” ucapnya.
Indriyati juga menitipkan harapan kepada Pemerintah Kota Batam agar lebih memperhatikan pedagang kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.
“Mudah-mudahan dibukakan hati Bapak Wali Kota untuk menurunkan harga sembako. Kami ini pedagang kecil semua. Titip kue saja paling 15 ribu, 20 ribu,” tutupnya. (KP).
Laporan: Dini










