“Waka Kurikulum MTsN 2 Natuna, Ibrahim Muhammad, menilai Natuna yang genap berusia 26 tahun telah cukup dewasa untuk berdiri sendiri. Namun, menurutnya, perkembangan daerah masih berjalan lambat, terutama di sektor ekonomi, pendidikan, dan infrastruktur.”
NATUNA – Wakil Kepala Kurikulum MTsN 2 Natuna, Ibrahim Muhammad, M.Pd.I, menyampaikan pandangannya tentang kemajuan Kabupaten Natuna yang kini berusia 26 tahun. Menurutnya, usia tersebut sudah cukup matang untuk menjadi daerah yang mandiri dan maju, tetapi realitanya, perkembangan Natuna masih tertahan oleh berbagai keterbatasan, mulai dari infrastruktur, sarana pendidikan, hingga sumber pendapatan daerah yang bergantung pada migas.
Dalam wawancara bersama Koran Perbatasan di ruang Kepala Sekolah MTsN 2 Natuna, Rabu (15/10/2025), Ibrahim mengucapkan selamat atas Hari Jadi Kabupaten Natuna ke-26 dan berharap daerah ini semakin diberkahi serta maju.
“Secara usia, kalau manusia berumur 26 tahun sudah dewasa dan mapan berdikari. Namun kalau kita lihat perkembangan Natuna di usia ini, masih agak lambat. Ada beberapa penyebabnya, terutama dari sektor ekonomi,” ungkapnya.
Sebagai pendidik, ia menilai bahwa anak-anak di daerah perbatasan tidak kalah dalam hal prestasi akademik.
“Alhamdulillah, dari segi pendidikan, anak-anak Natuna tidak kalah. Dari segi akademik, siswa-siswi Natuna insyaallah bisa berkiprah di tingkat nasional bahkan internasional. Banyak yang diterima di perguruan tinggi dan sekolah ternama di Indonesia,” katanya.
Namun, ia mengakui fasilitas sekolah di Natuna masih jauh tertinggal dibandingkan daerah perkotaan. “Untuk sarana dan prasarana pendidikan, kita masih perlu banyak pembenahan,” tambahnya.
Mengenai potensi wilayah, Ibrahim menilai Natuna memiliki keindahan alam luar biasa yang dapat dikembangkan menjadi sektor unggulan pariwisata. “Natuna ini indah sekali, seperti surga dunia. Tapi aksesnya masih sulit dijangkau. Perlu pengembangan lebih lanjut agar sektor pariwisata bisa jadi andalan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kemajuan pembangunan di kawasan perkotaan Natuna yang mulai menunjukkan pertumbuhan. Menurutnya, keterbatasan fasilitas dan sarana prasarana menjadi penyebab utama lambatnya pemerataan pembangunan.
“Sekarang sudah banyak pemukiman baru dan jalan yang lebih lebar. Keramaian sudah mulai terlihat, walau ekonomi masih tersendat,” jelasnya.










