NATUNAPENDIDIKAN

SMKN 1 Natuna Siapkan Lulusan Siap Kerja

336
×

SMKN 1 Natuna Siapkan Lulusan Siap Kerja

Sebarkan artikel ini
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 1 Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Sunardi, S.St.Pi., dan potret peserta magang beserta produk yang di pasarkan.

“SMKN 1 Bunguran Timur terus memperkuat kerja sama dengan dunia usaha dan industri untuk memastikan lulusan memiliki keterampilan, sertifikasi, dan kesiapan kerja sesuai kebutuhan pasar.”

NATUNA – Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 1 Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Sunardi, S.St.Pi., menegaskan kualitas lulusan sekolah kejuruan tersebut telah disesuaikan dengan standar perusahaan lokal hingga luar negeri. Hal itu disampaikannya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/1/2026).

Sunardi menjelaskan, SMKN 1 Bunguran Timur telah menjalin kerja sama dengan berbagai dunia usaha dan dunia industri (DUDI), termasuk pabrik cold storage yang berada di Selat Lampa. Kerja sama tersebut dilakukan untuk memastikan standar kompetensi lulusan selaras dengan kebutuhan perusahaan.

“Anak-anak kita untuk menjadi tenaga kerja di sana standarnya sudah kita jalankan bersama perusahaan. Harapannya, setelah tamat, perusahaan tidak ragu lagi dengan kualitas lulusan kita, dan itu sudah terbukti,” ujarnya.

Ia menyebutkan, setiap tahun lulusan SMKN 1 Bunguran Timur terserap di berbagai sektor, baik di kapal maupun di darat, khususnya di industri cold storage. Bahkan, sejumlah siswa juga rutin mengikuti program magang ke Jepang melalui proses seleksi dan persiapan yang ketat.

“Alhamdulillah sudah terbukti. Anak-anak yang lulus dan ingin bekerja, baik di kapal maupun di cold storage, insyaallah sudah sesuai dengan keinginan perusahaan. Setiap tahun ada anak kita yang magang ke Jepang, tahun kemarin tujuh orang,” jelasnya.

BACA JUGA: SDIT NIQ Natuna Fokus Pendidikan Qurani

Menurut Sunardi, lulusan SMKN 1 Bunguran Timur tidak hanya dibekali pengetahuan, tetapi juga sertifikat kompetensi yang menjadi syarat utama dunia kerja, khususnya sektor maritim dan perikanan.

“Lulusan kita dibekali sertifikat kompetensi seperti BST. Untuk ke kapal, mereka sudah punya BST dan buku pelaut, jadi sudah bisa langsung naik kapal. Bahkan sering kali rapor tidak ditanya, karena yang dilihat adalah kompetensinya,” katanya.

Baca Juga:  Kolaborasi TNI AL dan Polairud Terjunkan Kapal Patroli Siap Tangkap KIA di Perairan Natuna

Ia merinci, saat ini siswa SMKN 1 Bunguran Timur bekerja dan magang di berbagai bidang, mulai dari kapal kargo, kapal ikan di Jepang, hingga industri pengolahan hasil perikanan. Untuk jurusan Nautika, siswa magang di kapal ikan seperti pukat cumi, purse seine, rawai, dan bagan. Sementara jurusan pengolahan ditempatkan di perusahaan pengolahan hasil perikanan.

“Untuk cold storage, kami bekerja sama dengan MDM Selat Lampa dan Natuna Sea Food yang dikelola koperasi Gunung Ranai. Ilmunya insyaallah sudah sesuai standar industri, begitu juga dengan jurusan mesin,” ungkapnya.

Dari sisi sarana dan prasarana, Sunardi menilai fasilitas pembelajaran di SMKN 1 Bunguran Timur sudah sangat memadai. Sekolah tersebut bahkan telah dilengkapi simulator untuk jurusan Nautika dan Teknika, serta didukung tenaga pendidik sesuai bidang keahlian.

“Kita punya empat jurusan, Nautika, Teknika, Budidaya, dan Pengolahan. Hampir semua jurusan punya guru sesuai spesifikasinya. Jadi dari sisi pendidik, sarana, dan lulusan, kualitasnya sudah sangat mendukung,” ujarnya.

BACA JUGA: SDIT At-Thoriq Perkuat Pendidikan Agama Digital

Namun demikian, ia mengakui bahwa tantangan utama saat ini bukan pada kualitas, melainkan kuantitas peserta didik. Minat masyarakat Natuna untuk menyekolahkan anak ke SMK dinilai masih rendah, meski peluang kerja terbuka luas.

“Yang jadi kendala itu kuantitas, jumlah siswanya. Padahal peluang kerja luar biasa. Bahkan kemarin ada perusahaan yang menghubungi minta tenaga kerja, tapi tidak ada alumni yang siap. Ini sayang sekali,” katanya.

Sunardi berharap masyarakat dan orang tua di Natuna tidak ragu menyekolahkan anak ke SMK. Menurutnya, SMK membekali siswa dengan keterampilan, kemandirian, serta kesiapan kerja, tanpa menutup peluang untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Lulusan SMK juga bisa kuliah, bahkan punya nilai plus karena sudah punya dasar praktik. Jangan ragu masuk SMK. Mari kita bangun Natuna melalui sumber daya manusia yang terampil dan siap bersaing,” tegasnya.

Baca Juga:  Sekolah di Segeram Kekurangan Murid, Pemda Natuna Diminta Perhatikan

Ia juga menekankan bahwa potensi kelautan Natuna sangat besar dan membutuhkan tenaga kerja terampil agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri.

“Natuna ini kaya. Tapi kalau kita tidak punya skill, kita hanya jadi penonton. Di SMKN 1 ini kami siapkan anak-anak agar siap kerja dan siap bersaing. Sekolah harus menghasilkan, bukan sekadar mengajar,” pungkas Sunardi. (KP).


Laporan: Dini


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *