Brother Fighter Club Tanjungpinang Gelar Ujian Kenaikan Tingkat Sabuk Hitam dan Sabuk Warna
Sebarkan artikel ini
foto bersama usai kegiatan-/din
Tanjungpinang – Brother Fighter Club Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menggelar ujian kenaikan tingkat sabuk hitam dan sabuk warna pada Sabtu, 22 Februari 2025.
f/din
Kegiatan ini diikuti oleh 70 peserta dari seluruh Kepulauan Riau dan dibuka secara langsung oleh Ketua Dewan Sabuk Nasional, Master Zuli. Dalam sambutannya, Master Zuli menyampaikan rasa terima kasih serta kebanggaannya karena diberikan tanggung jawab dalam kegiatan ini. Ia berjanji akan memberikan yang terbaik kepada para peserta.
f/din
“Kami semua akan memberikan yang terbaik agar peserta bisa memahami apa itu kickboxing Indonesia. Kickboxing sejatinya adalah seni bela diri konvensional dan juga cabang olahraga prestasi yang telah masuk ke Indonesia sejak tahun 1970,” ujarnya.
Master Zuli juga menambahkan bahwa kickboxing telah resmi masuk dalam Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan telah dipertandingkan di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) serta kejuaraan dunia.
f/din
Di tempat yang sama, Harlianto, S.Kom., MM, selaku Dewan Kehormatan KBI Pengprov Kepri, menjelaskan bahwa ujian kenaikan tingkat ini merupakan kelanjutan dari proses latihan yang telah dijalani para peserta selama satu hingga dua tahun.
“Kita menghadirkan juri dari pusat untuk menilai ujian kenaikan tingkat sabuk ini,” ungkap Harlianto.
f/din
Ia juga menuturkan bahwa kickboxing Tanjungpinang telah beberapa kali mengikuti berbagai kejuaraan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Terakhir, beberapa atlet berkompetisi di Vietnam dan berhasil meraih medali.
Harlianto berharap pemerintah dapat memberikan dukungan lebih besar terhadap olahraga ini melalui KONI. Menurutnya, minat masyarakat terhadap kickboxing, terutama di Tanjungpinang, Batam, Karimun, dan Bintan, cukup tinggi, tetapi masih terkendala minimnya jumlah pelatih yang memiliki keahlian sesuai standar.
“Kami berharap ada dukungan dari pemerintah, karena dunia olahraga ini tentu harus mendapat perhatian. Minat anak-anak terhadap kickboxing sangat baik, tetapi kita kekurangan pelatih. Semoga pemerintah bisa membantu meningkatkan jumlah pelatih berkualitas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum KBI Pengprov Kepri, Vakop Sutjipto, menegaskan bahwa kegiatan ini akan terus berlanjut. Ia juga mengungkapkan rencana agar kickboxing dapat diperkenalkan di sekolah-sekolah.
“Bagi yang sudah memegang sabuk hitam, mari terus berlatih dan berkembang untuk menuju ajang Forkot, Porprov, dan Porwil. Kita punya waktu tiga tahun untuk mempersiapkan diri, karena pada Porwil nanti kita akan menjadi tuan rumah. Harapannya, kickboxing bisa menyumbangkan medali dan masuk ke Kejurnas,” ujar Vakop.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dewan Sabuk Nasional, di antaranya Master Jaya, Master Vollano, Master Yani, dan Master Zuli (Ketua Dewan Sabuk Nasional).
Di akhir acara, panitia menyampaikan terima kasih kepada para sponsor, antara lain Dispora Provinsi Kepri, Perguruan Pusat Kick Boxing Indonesia (PPKBI), KONI, WAKO, PPKBI Kepri, Pemprov Kepri, Pemko Tanjungpinang, Brothers Fighter, BFC Akademi, Gurindam Warrior, Momento, dan Bestari Air Mineral (KP).
___________________________________________________________________________