“Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menegaskan bantuan lima unit tangki air dan lima unit mesin pompa air dari PT Bank Riau Kepri Syariah merupakan fasilitas untuk kepentingan masyarakat yang harus dijaga dan dirawat dengan baik oleh jajaran BPBD.”
ANAMBAS – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, meminta jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjaga dan merawat lima unit tangki air serta lima unit mesin pompa air yang diserahkan PT Bank Riau Kepri Syariah. Penegasan tersebut disampaikan Aneng saat menghadiri acara penyerahan bantuan di Kabupaten Kepulauan Anambas, Senin (14/9/2026).
Bantuan tersebut dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat kesiapsiagaan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menghadapi kondisi ekstrem yang kerap terjadi di wilayah kepulauan tersebut.
Aneng mengatakan, peralatan yang diterima pemerintah daerah bukan sekadar bantuan biasa. Fasilitas tersebut merupakan aset yang harus dijaga karena manfaat akhirnya ditujukan untuk kepentingan masyarakat.
Karena itu, Bupati secara khusus meminta jajaran BPBD memastikan seluruh tangki air dan mesin pompa dapat dirawat dengan baik serta tetap dalam kondisi siap digunakan ketika dibutuhkan.
“Saya minta Pak Rova tolong dijaga dengan baik. Ini adalah uang rakyat dan uang kita semua. Ini adalah milik rakyat dan milik kita semua. Tolong dijaga baik-baik, dirawat baik-baik,” tegas Bupati.
Menurut Aneng, keberadaan tangki air dan mesin pompa sangat dibutuhkan mengingat Kabupaten Kepulauan Anambas menghadapi kondisi musim yang berbeda dan berpotensi menimbulkan persoalan bagi masyarakat.
Saat musim kemarau, tangki air dapat digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat. Sementara ketika musim hujan dengan intensitas tinggi dan terjadi banjir, mesin pompa dibutuhkan untuk membantu penanganan genangan air.
“Di Anambas satu tahun itu ada berapa musim? Nanti ada musim kemarau, nanti ada musim banjir. Nah, musim banjir kan butuh pompa, butuh tangki,” ujarnya.
Bupati juga meminta agar penempatan peralatan bantuan dilakukan secara tepat dan tidak sembarangan. Menurutnya, fasilitas tersebut perlu ditempatkan di lokasi yang memiliki tempat penyimpanan yang jelas dan mudah diakses ketika sewaktu-waktu diperlukan.
“Apakah dibagi per kecamatan? Ya, itu. Tapi di sana juga ada tempatnya, jangan dilempar, ditaruh sembarangan. Ada tempatnya,” pintanya.
Penempatan peralatan di tingkat kecamatan dinilai dapat mempercepat mobilisasi ketika terjadi kondisi darurat. Namun, pengelolaannya tetap harus dilakukan secara tertib agar seluruh fasilitas dapat digunakan dalam jangka panjang.
Aneng menilai pemerintah daerah perlu membangun kesiapsiagaan sebelum bencana atau persoalan terjadi. Dengan tersedianya peralatan pendukung, respons terhadap kebutuhan masyarakat diharapkan dapat dilakukan lebih cepat.
“Jangan sampai ketika sudah terjadi masalah, baru kita sibuk mencari peralatan,” menjadi semangat yang ditekankan dalam upaya pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi ekstrem.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada PT Bank Riau Kepri Syariah atas bantuan yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas.
Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama ketika daerah menghadapi kekurangan air maupun kondisi banjir.
Aneng juga membuka peluang untuk kembali mengajukan bantuan serupa pada tahun berikutnya. Pengadaan secara bertahap dinilai lebih memungkinkan untuk memperkuat ketersediaan peralatan di berbagai wilayah.
“Nanti tahun depan kita minta lagi. Kalau ada uangnya kita minta lagi, lima lagi. Nanti 10. Jadi kita jangan sekaligus,” pungkasnya.
Menurut Aneng, penambahan peralatan secara bertahap dapat memperluas kemampuan pemerintah daerah dalam menangani kebutuhan masyarakat di berbagai kecamatan.
Ia berharap seluruh bantuan yang telah diterima tidak hanya tersimpan sebagai inventaris, tetapi benar-benar dikelola dan dimanfaatkan ketika masyarakat membutuhkan.
Dengan perawatan yang baik serta penempatan yang tepat, lima unit tangki air dan lima unit mesin pompa tersebut diharapkan mampu menjadi bagian dari kesiapsiagaan Kabupaten Kepulauan Anambas menghadapi musim kemarau maupun banjir.
Bagi pemerintah daerah, bantuan tersebut bukan sekadar barang yang diterima, melainkan fasilitas publik yang harus dijaga karena manfaatnya kembali kepada masyarakat Anambas.
Laporan: Azmi










