Lebih dari itu, krisis ini menunjukkan bahwa kedaulatan pangan hanyalah slogan tanpa pijakan kuat di kebijakan. Dari tahun ke tahun, anggaran untuk pertanian tidak sebanding dengan urgensinya.
Petani dibiarkan berhadapan dengan iklim ekstrem, harga pupuk mahal, dan pasar yang tidak adil. Di sisi lain, masyarakat dipaksa menerima kenyataan bahwa bahan pokok akan terus naik tanpa solusi jangka panjang.
Kini, yang dibutuhkan bukan hanya subsidi pangan atau operasi pasar, melainkan reformasi menyeluruh dari hulu ke hilir. Pemerintah harus memastikan bahwa setiap kebijakan pertanian menyentuh produsen kecil, menjamin distribusi yang adil, dan menekan dominasi tengkulak serta spekulan pasar. Tanpa itu, krisis harga hari ini hanyalah awal dari krisis ketahanan yang lebih dalam.
Dari lumbung ke kelaparan, dari surplus ke kelangkaan, semua ini bukan takdir. Ini hasil dari pilihan kebijakan. Dan selama negara tidak mengubah pendekatannya terhadap pangan, rakyat akan terus menanggung akibatnya di meja makan mereka yang kian kosong.
Oleh : Dhitto Adhitya, Redaktur Koran Perbatasan










