INDONESIA disebut-sebut sebagai negeri agraris, lumbung pangan Asia, bahkan penopang ketahanan pangan kawasan. Namun ironi itu kian terasa hari ini ketika harga beras melonjak tajam, akses terhadap pangan memburuk, dan rumah tangga miskin harus memutar otak hanya untuk memastikan dapur tetap mengepul.
Krisis harga kebutuhan pokok saat ini menelanjangi kelemahan struktural dari sistem pangan nasional. Di tengah limpahan lahan pertanian, jutaan petani justru hidup dalam kemiskinan.
Produksi pangan tak serta-merta menjamin ketersediaan pangan murah. Sebaliknya, distribusi yang timpang, ketergantungan terhadap impor, dan permainan pasar menjadikan harga beras dan bahan pokok lainnya melambung tanpa kendali.
Negara ini menghasilkan beras, cabai, telur, dan sayuran, tetapi ironi terjadi ketika semua itu lebih mudah ditemukan di kota besar dengan harga mahal, sementara petani yang memproduksinya tak mampu menikmatinya sendiri.










