KEUANGANOPINISALAM PERBATASAN

Kebijakan Pusat, Luka di Daerah: Mengapa Ketimpangan Kian Dalam?

×

Kebijakan Pusat, Luka di Daerah: Mengapa Ketimpangan Kian Dalam?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi sebuah peta Indonesia bergaya dokumenter, bagian pusat terlihat terang dan padat ikon ekonomi, sedangkan wilayah perbatasan tampak gelap dan kosong. Mencerminkan ketimpangan distribusi pembangunan.

SUDAH puluhan tahun kita mendengar jargon “pembangunan merata” dari pemerintah pusat. Namun ketika menelusuri jalanan di wilayah perbatasan, daerah pelosok, atau bahkan kabupaten yang jarang disorot media, kita dihadapkan pada kenyataan yang berbeda.

Fasilitas publik tertinggal, akses pendidikan terbatas, dan pelayanan kesehatan masih jauh dari layak. Sementara pusat-pusat ekonomi di kota besar justru tumbuh dengan pesat, menjadi magnet investasi dan infrastruktur.

Inilah wajah nyata ketimpangan yang masih menjadi luka lama di negeri ini. Ketika kebijakan dirancang dari pusat, seringkali tanpa mempertimbangkan realitas di lapangan, hasilnya adalah ketimpangan struktural yang semakin dalam. Jakarta dan kota-kota besar menjadi pusat pengambilan keputusan sekaligus pusat aliran dana, sementara daerah hanya menjadi pelaksana dengan ruang gerak terbatas.

Baca Juga:  Kebijakan Pajak dan Beban Hidup Rakyat Kecil: Siapa Sebenarnya yang Dikenai Pajak?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *