ANAMBASCERITA PERBATASANKABAR PERBATASANNASIONALPEMBANGUNAN DAERAHPENDIDIKANPOTRET PERBATASANRAGAM PERBATASANSIMPAI NEGERI

Dishub Anambas Respons Pelabuhan Sekolah Rusak

×

Dishub Anambas Respons Pelabuhan Sekolah Rusak

Sebarkan artikel ini
Plt Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kepulauan Anambas, Nurullah, memberi keterangan kepada Koran Perbatasan, Senin (19/1/2026), di ruang dinasnya.

“Pelabuhan sekolah yang rusak parah di Siantan Utara akhirnya mendapat respons resmi setelah kekhawatiran keselamatan siswa menjadi sorotan publik.”

ANAMBAS – Redaksi Koran Perbatasan merasakan langsung kegelisahan warga pesisir saat meninjau pelabuhan di lingkungan SMP Negeri 2 Siantan Utara, Sabtu (17/1/2026). Pelabuhan yang selama hampir dua dekade menjadi jalur utama anak-anak sekolah itu kini tampak rapuh, memantik kecemasan orang tua, guru, dan masyarakat akan keselamatan generasi muda Anambas.

Pelabuhan tersebut berdiri sejak tahun 2007 dan menjadi nadi utama mobilitas pelajar dari berbagai pulau di Kecamatan Siantan Utara. Setiap hari, siswa dari Desa Bayat, Mubur Kecil, Nuan, hingga Teluk Durian harus menyeberang laut menggunakan pompong demi menuntut ilmu.

Namun, usia yang kian menua menjadikan pelabuhan itu tidak lagi ramah bagi keselamatan. Lantai semen tampak retak dan rapuh, sebagian tiang penyangga telah patah, serta permukaan yang tidak rata membuat aktivitas naik-turun pelajar sarat risiko. Setiap langkah menuju sekolah kini terasa seperti pertaruhan.

Menanggapi kondisi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Anambas, Nurullah, mengakui bahwa pelabuhan tersebut memang membutuhkan perhatian serius. Kepada Koran Perbatasan, Senin (19/1/2026), ia menyampaikan bahwa pihaknya belum sempat turun langsung ke lokasi, namun telah menjadikannya sebagai atensi.

“Begitu muncul pemberitaan terkait pelabuhan itu, kami langsung menindaklanjuti. Hari ini saya sudah kumpulkan anggota, khususnya bidang kepelabuhanan. Insyaallah besok kami turun langsung ke lapangan,” ujar Nurullah di ruang kerjanya.

BACA JUGA: Pelabuhan Rapuh, Langkah Siswa Terancam

Ia menjelaskan, persoalan pelabuhan tidak hanya terjadi di Siantan Utara. Sejumlah pelabuhan di Anambas juga mengalami kondisi serupa, namun keterbatasan anggaran membuat penanganan belum maksimal. Selama ini, Dishub hanya mampu melakukan langkah pengamanan dan antisipasi darurat.

Baca Juga:  Sah! Musda III Tunjuk Teddy Ketua DPD KNPI Kepri

“Bukan hanya pelabuhan anak sekolah. Banyak pelabuhan lain yang kondisinya juga memprihatinkan. Kendala utama kita memang anggaran,” katanya.

Nurullah menambahkan, keberadaan media sangat membantu pemerintah daerah dalam memetakan persoalan di lapangan. Ia mengakui, tanpa pemberitaan, banyak kerusakan fasilitas publik yang luput dari perhatian karena keterbatasan jangkauan pengawasan.

“Kalau tidak diberitakan, mungkin kami tidak tahu. Kami sangat mengapresiasi peran media. Ke depan, kami berharap desa-desa bisa mengusulkan perbaikan pelabuhan melalui Musrenbang agar menjadi prioritas,” ujarnya.

Terkait keselamatan, Nurullah menegaskan harapannya agar tidak terjadi kecelakaan, terlebih yang melibatkan anak-anak sekolah. Ia juga mengimbau pemilik transportasi laut agar memastikan ketersediaan alat keselamatan, serta mendorong seluruh armada penyeberangan agar terasuransikan.

Pelabuhan sekolah di Siantan Utara kini menjadi simbol ironi di satu sisi menjadi pintu masa depan bagi anak-anak pesisir, di sisi lain justru menghadirkan ancaman nyata. Harapan masyarakat kini tertuju pada langkah nyata pemerintah agar jalur menuju pendidikan tidak lagi dipenuhi rasa cemas. (KP).


Laporan : Azmi


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *