Hairul menjelaskan sistem pertandingan yang digunakan adalah setengah kompetisi, di mana setiap tim akan bermain empat kali berdasarkan hasil undian saat technical meeting.
“Kami ingin semua tim punya kesempatan bermain cukup banyak, agar semangat dan sportifitas lebih terasa,” katanya.
Selain sebagai ajang olahraga, turnamen ini juga diharapkan menjadi hiburan masyarakat dan wadah mempererat hubungan antar tenaga pendidik.
“Secara sosial, kegiatan ini menambah hiburan masyarakat, mempererat silaturahmi antar guru, dan melatih semangat siswa yang menjadi suporter,” jelasnya.
Ia menambahkan, “Harapan kami, futsal di Kabupaten Natuna semakin berkembang, dan muncul bibit-bibit muda yang bisa membawa nama daerah ke tingkat provinsi.”
BACA JUGA : Belajar Adalah Bentuk Perjuangan Generasi Masa Kini
Di akhir wawancara, Hairul menegaskan bahwa tujuan utama turnamen ini bukan mencari pemenang, tetapi memperkuat rasa kebersamaan di kalangan guru.
“Turnamen ini bukan untuk mencari bibit unggul, tapi untuk menjalin silaturahmi. Setelah setahun penuh fokus mengajar, momen seperti ini bisa jadi ajang hiburan dan kebersamaan antar guru,” tutupnya. (KP).
Laporan : Dini










