“Menjelang Hari Raya Idulfitri, harga daging sapi di pasar tradisional Kota Tanjungpinang mengalami kenaikan signifikan hingga lebih dari Rp100.000 per kilogram, namun aktivitas belanja masyarakat tetap ramai.”
Pengunjung Pasar Bintan Center (Bincen) di Kota Tanjungpinang, Nanik, mengatakan bahwa harga daging sapi menjelang Lebaran tahun ini mengalami kenaikan cukup tinggi, tetapi masyarakat tetap membelinya karena daging sapi menjadi bahan utama berbagai hidangan khas hari raya.
TANJUNGPINANG – Aktivitas belanja masyarakat di pasar tradisional Kota Tanjungpinang semakin meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri. Salah satu komoditas yang menjadi perhatian warga adalah harga daging sapi yang melonjak hingga lebih dari Rp100.000 per kilogram.
Pantauan di Pasar Bintan Center (Bincen), yang terletak di Jalan D.I. Panjaitan KM 9, Kelurahan Air Raja, Kecamatan Tanjungpinang Timur, pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 06.00 WIB menunjukkan suasana pasar yang dipadati pengunjung sejak pagi hari.
Sebagian besar warga datang untuk membeli berbagai kebutuhan dapur menjelang Lebaran, terutama daging sapi yang menjadi bahan utama berbagai masakan khas seperti rendang.
Nanik (nama samaran), salah seorang pengunjung pasar, mengatakan bahwa dirinya tetap membeli daging sapi meskipun harganya mengalami kenaikan cukup tinggi.
“Saya butuh daging sapi untuk buat rendang, jadi saya beli juga walaupun harganya mahal. Jelang Lebaran seperti ini harga daging sapi naik terus, sampai seratus ribu lebih per kilogram,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Dina, pengunjung lainnya yang merasa harga daging sapi semakin memberatkan bagi masyarakat, terutama bagi keluarga yang membutuhkan dalam jumlah lebih banyak.
“Aduh pusing, harga daging naik terus. Per kilogramnya sampai seratus ribu lebih. Kalau untuk Lebaran kan masak untuk keluarga besar, tidak mungkin hanya beli satu kilogram. Baru beli daging saja sudah habis ratusan ribu, belum kebutuhan lainnya,” katanya.
Sementara itu, Feni, pengunjung lainnya, mengatakan bahwa daging sapi tetap menjadi salah satu kebutuhan penting yang dibeli menjelang Lebaran.
Menurutnya, meskipun harga mengalami kenaikan, masyarakat tetap berusaha membeli karena sudah menjadi tradisi menyajikan masakan berbahan utama daging sapi pada pagi Hari Raya Idulfitri.
“Daging sapi menjadi salah satu kebutuhan penting yang dibeli jelang Lebaran. Jadi walaupun harganya mahal tetap dibeli juga. Sudah jadi tradisi setiap pagi Lebaran menyediakan masakan berbahan utama daging sapi,” ujarnya.
Para pengunjung pasar berharap harga daging sapi dapat kembali stabil sehingga masyarakat dapat berbelanja kebutuhan Lebaran dengan lebih nyaman dan tidak terlalu terbebani oleh biaya yang tinggi. (KP).
Laporan: Novita










