PUASA di bulan Ramadhan 1447 H sebagai ibadah syahriyah bukan hanya tentang menahan lapar dan haus sepanjang hari. Momentum emas ini seharusnya menjadi sarana untuk melatih dan mendisiplinkan diri secara menyeluruh.
Sayangnya, seringkali kebiasaan baik yang dibangun selama Ramadhan hanya bersifat musiman dan lenyap begitu bulan Syawal tiba. Hal ini membuat kita perlu melakukan refleksi mendalam: sudahkah puasa kita benar-benar membentuk karakter yang lebih baik?
Bulan Ramadhan memiliki keutamaan dan keistimewaan yang tak tertandingi dibanding bulan lainnya. Oleh karena itu, saya mengajak segenap kader HMI dan masyarakat umum di Pontianak bahkan seluruh Indonesia, untuk menjadikan ibadah puasa tahun ini sebagai titik tolak transformasi diri.
Kedisiplinan waktu yang terbangun saat menjalankan ibadah puasa, empati yang tumbuh ketika menyadari kesulitan sesama yang kurang mampu, serta kemampuan pengendalian hawa nafsu yang terasah selama sebulan penuh, semuanya perlu terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari pasca-Ramadhan.
Jangan biarkan Ramadhan 1447 H hanya berlalu seperti ombak yang menghilang di pantai tanpa meninggalkan jejak perbaikan. Mari jadikan puasa sebagai fondasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi sesama masyarakat.
Oleh: (Muhammad Rizki)
Pontianak, 19 Februari 2026










