KEAMANAN PERBATASANNATUNAPENDIDIKAN

Kabut Asap, SDN 001 Ranai Terapkan BDR Tiga Hari

×

Kabut Asap, SDN 001 Ranai Terapkan BDR Tiga Hari

Sebarkan artikel ini
Kepala SDN 001 Ranai, Deni Iswanti, S.Pd.SD., bersama para rekan guru dan tenaga pendidik saat foto bersama di halaman sekolah. Kebersamaan ini menunjukkan kekompakan jajaran SDN 001 Ranai dalam mendukung kegiatan dan proses pendidikan.

“Dampak kabut asap membuat SDN 001 Ranai menerapkan sistem Belajar dari Rumah (BDR) selama tiga hari, 7–9 September 2026. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk melindungi kesehatan dan keselamatan warga sekolah, dengan tetap memastikan hak peserta didik memperoleh layanan pendidikan.”

Kepala SDN 001 Ranai, Deni Iswanti, S.Pd.SD., menjelaskan bahwa pelaksanaan Belajar dari Rumah (BDR) di sekolahnya merupakan tindak lanjut Surat Edaran Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna Nomor 400.3.1/296/DISDIKBUD-UP3/IX/2026 tentang penyelenggaraan layanan pendidikan pada satuan pendidikan akibat dampak bencana kabut asap. Kebijakan tersebut diterapkan mulai Senin hingga Rabu, 7–9 September 2026, sambil menunggu perkembangan kondisi dan kualitas udara.

NATUNA – SDN 001 Ranai mengambil langkah antisipatif dengan menerapkan pembelajaran dari rumah bagi peserta didik selama tiga hari menyusul kondisi kabut asap yang berdampak terhadap aktivitas pendidikan di Kabupaten Natuna.

Penerapan BDR tersebut mengacu pada arahan Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna melalui Surat Edaran Nomor 400.3.1/296/DISDIKBUD-UP3/IX/2026 tentang penyelenggaraan layanan pendidikan pada satuan pendidikan di lingkungan Kabupaten Natuna akibat dampak bencana kabut asap.

Kepala SDN 001 Ranai, Deni Iswanti, S.Pd.SD., mengatakan kebijakan tersebut diambil untuk melindungi kesehatan dan keselamatan warga sekolah tanpa mengabaikan hak peserta didik untuk tetap memperoleh layanan pendidikan.

“Untuk menindaklanjuti SE Dinas Pendidikan Nomor 400.3.1/296/DISDIKBUD-UP3/IX/2026, SD Negeri 001 Ranai juga mengambil langkah antisipatif yang diarahkan oleh Dinas Pendidikan agar belajar dari rumah demi melindungi kesehatan dan keselamatan warga sekolah. Dengan tetap menjamin dan memenuhi hak peserta didik untuk memperoleh layanan pendidikan,” jelas Deni kepada koranperbatasan.com melalui WhatsApp, Senin (7/9/2026).

BDR di SDN 001 Ranai dilaksanakan mulai Senin hingga Rabu, 7–9 September 2026. Sekolah sebelumnya merencanakan pembelajaran tatap muka kembali pada Kamis, 10 September 2026.

Baca Juga:  SDN 001 Ranai Natuna Meriahkan Muharram Dengan Lomba Islami

Namun, Deni menegaskan bahwa rencana tersebut belum dapat dipastikan karena pihak sekolah masih menyesuaikan kebijakan dan arahan Dinas Pendidikan berikutnya serta perkembangan kondisi dan kualitas udara.

“Direncanakan masuk sekolah seperti biasa mulai Kamis. Namun, belum bisa dipastikan karena kami masih menyesuaikan arahan Dinas selanjutnya sampai dengan kondisi dan kualitas udara membaik dan dinyatakan aman,” ujarnya.

Pembelajaran Tetap Berjalan dari Rumah

Meski peserta didik tidak mengikuti pembelajaran secara langsung di sekolah, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan. Pihak sekolah mengarahkan setiap guru kelas dan guru bidang studi untuk memberikan pembelajaran sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Proses pembelajaran dilakukan melalui grup WhatsApp kelas masing-masing. Sementara pemberian tugas diserahkan kepada guru kelas dengan menyesuaikan materi yang dapat disampaikan dan dipahami oleh peserta didik.

Deni mengatakan, hingga hari pertama penerapan BDR belum ditemukan kendala berarti dalam pelaksanaannya.

“Sejauh ini belum ada kendala karena sebelumnya guru kelas dan guru bidang studi juga sudah diarahkan agar pembelajaran dari rumah bisa terlaksana menyenangkan bagi siswa meskipun lewat pesan WhatsApp,” katanya.

Untuk menunjang proses belajar, materi dapat diberikan melalui WhatsApp, modul atau Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), buku pelajaran, maupun media lain yang mudah diakses siswa.

Guru juga diminta menyesuaikan tugas dengan kondisi peserta didik dan ketersediaan fasilitas belajar di rumah masing-masing.

“Guru memberikan pembelajaran yang sederhana, fleksibel, dan tidak membebani siswa. Materi dapat diberikan melalui WhatsApp, modul/LKPD, buku pelajaran, atau media lain yang mudah diakses,” jelas Deni.

Ia menambahkan, orang tua atau wali murid juga diharapkan membantu memastikan anak tetap mengikuti kegiatan belajar sesuai kemampuan. Namun, orang tua tidak dibebani untuk menggantikan posisi guru dalam proses pembelajaran.

Baca Juga:  SDN 001 Ranai Tanam Nasionalisme, Perlombaan Jadi Media Belajar 

“Orang tua tidak dibebani sebagai pengganti guru, tetapi berperan mendampingi dan memantau aktivitas belajar anak,” ujarnya.

Kesehatan Siswa Tetap Menjadi Prioritas

Menurut Deni, kondisi kabut asap tidak boleh menghilangkan hak anak untuk mendapatkan pendidikan. Karena itu, pembelajaran tetap diberikan dengan mekanisme yang menyesuaikan situasi dan kemampuan siswa selama berada di rumah.

Ia berharap siswa tetap semangat mengikuti pembelajaran meskipun proses belajar dilakukan melalui perangkat komunikasi dan tidak berlangsung seperti biasanya di ruang kelas.

“Harapan saya selama belajar dari rumah, anak-anak tetap mendapatkan hak belajar. Tetap semangat dan menyenangkan, meskipun belajar lewat pesan WhatsApp,” tutur Deni.

Ia juga mengimbau para siswa untuk tetap menjaga kesehatan dan keselamatan serta mendapatkan dukungan dari orang tua selama mengikuti pembelajaran dari rumah.

Di sisi lain, Deni meminta para guru tetap memberikan bimbingan dan pembelajaran yang sederhana, fleksibel, serta bermakna selama kondisi darurat berlangsung.

“Guru diharapkan tetap memberikan bimbingan dan pembelajaran yang sederhana, fleksibel, dan bermakna. Dengan demikian, kondisi darurat akibat asap tidak menghambat keberlanjutan proses belajar peserta didik,” pungkasnya.


Laporan: Dini


📊 Views: 59

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *