ANAMBAS – Kapten yacht asal Australia, Scott, mengungkapkan kesan positifnya selama berlayar di perairan Anambas menggunakan kapal layar Bright Star.
Scott menyebut keindahan alam Anambas luar biasa, dengan perairan yang bersih dan masyarakat yang sangat ramah. Namun, Scott juga menyoroti sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan bahan bakar berkualitas hingga minimnya fasilitas berlabuh.
Dalam pernyataannya, Scott menyatakan kekaguman atas potensi wisata bahari Anambas, meskipun ia menyayangkan masih adanya sampah yang terlihat di beberapa titik perairan.
“Alamnya luar biasa, anginnya sangat mendukung untuk berlayar, dan masyarakatnya begitu ramah. Tapi sayangnya saya masih melihat sampah di laut,” ujar Scott.

Selama pelayaran, Scott mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar diesel berkualitas tinggi seperti Dex atau Dexlite, yang lazim digunakan oleh kapal-kapal yacht internasional.
“Bahan bakar seperti ini banyak tersedia di negara-negara Asia lainnya, tapi di Anambas tidak ada. Padahal ini penting untuk operasional kapal jarak jauh,” jelasnya.
Selain itu, Scott juga menyoroti keterbatasan infrastruktur pelayaran di Anambas. Menurutnya, peta pelayaran yang digunakan belum mutakhir, dan fasilitas seperti mooring buoys (pelampung tambat) serta tempat berlabuh untuk speedboat (spit) belum tersedia di sejumlah titik.
Scott menyebut satu-satunya lokasi yang cukup ideal sejauh ini adalah Pulau Ayam di Jemaja, karena dekat dengan bandara dan memiliki akses yang lebih baik.
“Pulau Ayam cukup bagus karena lokasinya strategis. Tapi secara umum, Anambas masih butuh lebih banyak fasilitas labuh dan tambat kapal kecil,” tambahnya.
Ketika ditanya mengenai harapannya, Kapten Scott mengaku belum memiliki permintaan spesifik, namun pihaknya ingin kembali menjelajahi Anambas dan melihat lebih banyak potensi yang ada.
“Saya baru tiba, masih banyak hal yang ingin saya lihat. Sejauh ini sangat menyenangkan,” pungkasnya.
Masukan dari pelaut internasional seperti Scott menjadi cerminan penting bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan sarana dan prasarana pendukung wisata bahari, agar Anambas makin siap menjadi destinasi unggulan di Asia Tenggara. (KP).
Laporan : Azmi










