“Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Natuna mengedepankan keseimbangan ilmu dunia dan ilmu akhirat dengan pendekatan kurikulum berbasis cinta dan pendidikan karakter yang berlandaskan adab”
NATUNA – Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Hadiatus Sa’adah, M.Pd., menegaskan pihaknya terus mengedepankan keseimbangan antara ilmu dunia dan ilmu akhirat. Kurikulum berbasis cinta dan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) yang diterapkan bertujuan membentuk generasi berakhlak mulia, berilmu, serta berkasih sayang kepada tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.
Hadiatus Sa’adah menjelaskan MTsN 2 Natuna bersinergi antara ilmu umum dan ilmu akhirat. Dalam keseharian selalu mengajak anak-anak mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kolaborasikan kurikulum dari Dinas Pendidikan dengan Kementerian Agama.
“Sekarang kurikulum berbasis cinta dan pendekatan deep learning. Ini menjadikan kita saling berkasih sayang, tentu bukan dalam arti negatif, tetapi kasih sayang kepada tuhan, sesama manusia, dan lingkungan, menuju rahmatan lil ‘alamin,” ungkapnya kepada Koran Perbatasan di ruang dinasnya, Jum’at 03 Oktober 2025
BACA JUGA: Fuji Rohyatin Tegaskan Moderasi Beragama di MAN 1 Natuna
Kata Hadiatus Sa’adah dalam pembelajaran, madrasah ini mengedepankan pendekatan mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Anak-anak selalu diingatkan bahwa menuntut ilmu harus karena Allah, karena sayang kepada orang tua, dan karena harus memperhatikan lingkungan secara global. Pendidikan karakter yang utama adalah adab.
“Sejalan dengan visi misi kami, anak ditekankan mengutamakan adab daripada ilmu. Setinggi apa pun kita memiliki ilmu, kalau adab kurang maka tidak ada apa-apanya. Visi MTsN 2 Natuna adalah rahmatan lil ‘alamin, mengedepankan intelektual, kemandirian, integritas, pola pikir maju, dan adab serta ilmu,” terangnya.
Hadiatus Sa’adah menerangkan inovasi terbaru, selain intrakurikuler, kegiatan kokurikuler diselaraskan dengan ekstrakurikuler. Terkadang ada anak yang kognitifnya pintar, di sisi lain ada yang lebih unggul di ekstrakurikuler.
“Kami juga punya program tahfidz yang kami utamakan, agar setelah tamat siswa bisa melanjutkan ke pesantren atau sekolah yang membutuhkan skill tahfidz,” paparnya.










