ANAMBAS – Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kepulauan Anambas, Dedi Syafutra, mengungkapkan bahwa sektor perikanan Anambas memiliki perputaran uang mencapai belasan miliar rupiah per bulan. Hal ini disampaikan dalam sambutannya pada Musyawarah Cabang II HNSI Anambas di Hotel Tarempa Beach, 18 Oktober 2025.
“Uang yang berputar di sektor perikanan menurut analisa kami mencapai belasan miliar bahkan lebih per bulan. Anambas merupakan daerah yang surplus ikan, dari dulu kita kirim ikan ke kabupaten dan provinsi lain,” ujar Dedi Syafutra di hadapan peserta musyawarah.
Dalam sambutannya, Dedi menyampaikan apresiasi terhadap berbagai pihak yang mendukung sektor perikanan Anambas, termasuk Kapolres Anambas yang disebutnya sebagai satu-satunya Kapolres yang memiliki hobi memancing.
“Bapak Kapolres nih, satu-satunya menurut kita yang hobi mancing. Beliau sampai Anambas langsung mancing. Rencana dalam waktu dekat kita agendakan bersama Bapak Kapolres untuk mancing kembali,” tuturnya disambut tepuk tangan peserta.
Dedi juga mengapresiasi komitmen Bupati dan Wakil Bupati Anambas yang aktif memperjuangkan anggaran pusat untuk pembangunan sektor kelautan Anambas.

Meski memiliki potensi besar, Dedi mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut untuk keberlanjutan sektor perikanan.
“Kami mengajak nelayan hari ini untuk memastikan Laut Anambas masih tersedia dan ada ikan. Kita semua harus memastikan anak cucu kita masih ada ikan,” tegasnya.
Beberapa tantangan yang dihadapi meliputi:
· Penangkapan ikan tanpa memperhatikan keberlanjutan
· Kerusakan ekosistem terumbu karang
· Perlunya regenerasi nelayan muda
Dedi juga menyoroti pentingnya integrasi data nelayan dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar program-program sosial pemerintah dapat menyentuh nelayan secara langsung.
HNSI Anambas yang telah berdiri selama hampir dua dekade berkomitmen untuk terus menjadi mitra pemerintah dan stakeholder terkait dalam mengedepankan kolaborasi dan kerjasama program pemberdayaan masyarakat nelayan.
Musyawarah yang mengusung tema “Nelayan Sebagai Motor Penggerak Ekonomi dan Perikanan Berkelanjutan” ini diharapkan dapat melahirkan kepemimpinan organisasi yang solid dan visioner untuk memperjuangkan kepentingan nelayan Anambas. (KP).
Laporan : Azmi










