“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui SPPG Batu Hitam mendapat apresiasi dari SMPN 1 Bunguran Timur karena dinilai berjalan maksimal dan memperhatikan kebutuhan siswa.”
Kepala SMPN 1 Bunguran Timur, Zurna, S.Pd., mengapresiasi pelayanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batu Hitam dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Natuna yang dinilai berjalan baik dan memberikan manfaat bagi peserta didik.
NATUNA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan memberikan dampak positif bagi sejumlah sekolah penerima manfaat. Salah satunya SMPN 1 Bunguran Timur yang merasakan langsung implementasi program tersebut di lingkungan sekolah.
Zurna menjelaskan, sebelum proses pendistribusian makanan dilakukan, pihak sekolah terlebih dahulu berkoordinasi dengan SPPG Batu Hitam untuk memastikan data penerima manfaat benar-benar sesuai kondisi di lapangan.
Menurutnya, koordinasi tersebut dilakukan mulai dari pengecekan aktivitas belajar sekolah, waktu pendistribusian, hingga jumlah siswa yang akan menerima MBG.
“Sehari sebelum pendistribusian MBG dari SPPG, korlap Sirojuddin akan mendata sekolah-sekolah terkait, apakah sekolah sedang aktif belajar atau libur, waktu pendistribusian, serta jumlah penerima MBG,” ungkap Zurna kepada koranperbatasan.com melalui WhatsApp, Rabu (17/6/2026).
Setelah data dipastikan valid, lanjut Zurna, keesokan harinya makanan langsung diantarkan oleh petugas SPPG Batu Hitam ke sekolah sesuai data yang diberikan oleh Person in Charge (PIC) MBG yang telah ditunjuk kepala sekolah.
“Besoknya MBG diantar driver ke sekolah sesuai dengan data yang diberikan oleh PIC MBG yang telah ditunjuk oleh kepala sekolah,” lanjutnya.
Dalam proses pelaksanaan di sekolah, Zurna menyebut pihaknya juga melakukan penyesuaian agar program tersebut tidak mengganggu Proses Belajar Mengajar (PBM).
Salah satu langkah yang dilakukan yakni memperpanjang waktu istirahat pertama menjadi 30 menit sehingga siswa memiliki waktu yang cukup untuk menikmati makanan.
“Pada saat jam istirahat pertama, sekolah memperpanjang jam istirahat menjadi 30 menit agar MBG tidak mengganggu PBM,” jelasnya.
Ia menerangkan, pendistribusian makanan di kelas dilakukan dengan melibatkan ketua kelas bersama beberapa siswa untuk mengambil makanan kepada PIC MBG sekolah.
“Ketua kelas dibantu beberapa orang siswa mengambil MBG dengan PIC MBG sekolah dan dibagikan kepada teman-temannya di kelas. Setelah makanan selesai dikonsumsi, ompreng atau food tray dikembalikan lagi kepada PIC MBG sekolah,” ujarnya.
Selain memastikan kelancaran distribusi, faktor keamanan makanan juga menjadi perhatian pihak sekolah bersama SPPG Batu Hitam.
Zurna mengatakan, pihak sekolah melalui wali kelas telah memberikan imbauan kepada seluruh siswa agar melaporkan apabila memiliki riwayat alergi maupun pantangan medis terhadap makanan tertentu.
“Melalui wali kelas, pihak sekolah memberikan imbauan kepada siswa agar melapor kepada wali kelas masing-masing jika mereka memiliki riwayat alergi atau pantangan medis terhadap makanan tertentu. Wali kelas akan menyampaikan kepada PIC MBG sekolah,” tuturnya.
Menurut Zurna, SPPG Batu Hitam juga memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan siswa, termasuk dalam penyediaan menu makanan.
Bahkan, menu ikan tidak terlalu sering disediakan sebagai salah satu bentuk antisipasi terhadap siswa yang memiliki alergi terhadap jenis makanan tertentu.
“Menu ikan jarang disediakan pun untuk mengantisipasi siswa yang alergi terhadap jenis ikan tertentu,” katanya.
Untuk menjaga kualitas pelayanan, evaluasi terhadap menu makanan juga rutin dilakukan setiap hari melalui pengisian angket oleh PIC MBG sekolah.
Apabila terdapat kendala atau keluhan dalam pelaksanaan program, pihak sekolah dapat langsung melakukan koordinasi dengan Kepala SPPG Batu Hitam, Raja Nurrahman.
“Jika ada kendala atau komplain, pihak sekolah bisa langsung menghubungi Kepala SPPG yang bernama Raja Nurrahman,” tegasnya.
Melihat manfaat yang telah dirasakan, Zurna berharap Program MBG dapat terus berjalan secara berkelanjutan serta semakin banyak sekolah yang mendapatkan manfaat serupa.
“Kami ingin MBG tetap berlanjut. Berharap juga sekolah-sekolah yang belum menerima manfaat MBG segera didistribusikan,” harapnya.
Menutup keterangannya, Zurna memberikan apresiasi terhadap kinerja SPPG Batu Hitam yang dinilai maksimal dalam memberikan pelayanan kepada siswa penerima manfaat.
“Khusus untuk SPPG Batu Hitam, kami mengapresiasi pelayanan mereka yang maksimal terhadap kebutuhan siswa,” pungkasnya.
Laporan: Dini










