Pasangan Bacalon Bupati dan Wakil Bupati OKU, Tetap Maju Pilkada Tahun 2020

oleh -372 views
Jumpa-Pers-Balon-Bupati-dan-Wakil-Bupati-OKU-Edy-Yusuf-dan-Ir.-H.-Helman-MM

BATURAJA (KP),- Terkait persoalan keputusan Mahkamah Agung yang  memperbolehkan tidaknya seorang mantan wakil gubernur untuk mencalonkan diri sebagai bupati pada Pilkada Tahun 2020, kini terjadi simpang siur jawaban tersebut. Kini  semakin terang melalui penjelasan dari mantan Wakil Gubernur Sumsel H. Edy Yusuf, SH.MM., yang saat ini, siap kembali mencalonkan diri sebagai Bakal Calon Bupati OKU, pada Pilkada Kabupaten OKU Tahun 2020.

Hal tersebut, disampaikan langsung  Edy Yusuf didampingi pasangannya Bakal Calon Wakil Bupati OKU, Ir. H. Helman, MM., melalui advokat pengacara Hairil Syah, SH., dalam  jumpa pers yang diadakan oleh pasangan BERIMAN ini. Bertempat di kediaman rumah Edy Yusuf jl. lintas Sumatera, Kemelak, Kelurahan Bindung Langit, Kabupaten OKU, Rabu 22 Juli 2020.

Hairil menjelaskan Bacalon Bupati dan Wakil Bupati OKU, H Eddy Yusuf dan H. Helman tidak melanggar aturan Pilkada, tentang Pemilihan Kepala Daerah Bupati dan Wakil Bupati OKU seperti yang diisukan sebelumnya. Yang mana, Mahkamah Agung RI mengabulkan permohonan keberatan hak uji materiil dari kliennya selaku panitia, yakni Hj. Nurhajizah yang maju dalam Pilkada Bupati Asahan saat ini.

Dari putusan Mahkamah Agung (MA) RI tersebut, ada satu poin penting yang Hairil katakan, bahwasannya bukan Bacalon Bupati Kabupaten Asahan, saja yang telah diputus diperbolehkan mengikuti pilkada bupati dari mantan gubernur. Hal tersebut, juga berlaku terhadap calon lainnya di 514 kab/kota se-Indonesia.

Dalam keputusan MA RI tersebut, juga menjelaskan dengan menyatakan Pasal 4 Ayat (1) huruf p angka 2 Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan atau Walikota dan Wakil Walikota Juncto Pasal 4 Ayat (1) huruf p angka 2 Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 3 Tahun 2017, tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati atau Walikota dan Wakil Walikota.

Juncto Pasal 4 Ayat (1) huruf p angka 2 Peraturan KPU Nomor 18 Tahun 2019 tentang perubahan kedua atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, atau Walikota dan Wakil Walikota bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, yaitu Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota.

“Terhadap hasil putusan uji materiil yang ditetapkan MA RI atas Hj. Nurhajizah yang maju dalam Pilkada Bupati Asahan, kami pun sudah menyampaikan surat kepada KPU Kabupaten OKU dan KPU RI, agar mengkoreksi kembali atas ketetapan PKPU No 1/2020, tentang perubahan ketiga atas PKPU Nomor 3/2017 tentang pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Surat kepada KPU RI, untuk segera mengkoreksi kembali putusan itu baru pada hari Senin, Tanggal 21 kemarin kami serahkan ,” terang Hairil.



Sementara itu, Bacalon Bupati OKU H. Edy Yusuf dalam penyampaiannya juga mengatakan apa yang dijelaskan saat itu untuk menjawab keraguan warga masyarakat OKU, terkait apakah dirinya bisa mencalonkan diri kembali sebagai calon Bupati OKU, kini terjawab.

“Ya, ini berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI, yang meneruskan perkara atas gugatan mantan Wagub Sumut melawan KPU RI terkait pencalonan dirinya sebagai calon Bupati Kabupaten Asahan. Yang mana, bunyi didalam keputusan tersebut mengikat dan wajib diamankan serta ditindak lanjuti oleh seluruh KPU kabupaten/kota seluruh Indonesia. Maka dalam hal ini saya meminta, supaya tolong masyarakat kita ini dicerdaskan untuk hak memilih. Karena mereka berhak menentukan siapa calon pemimpin yang mereka inginkan, sebab demokrasi adalah pesta milik rakyat ,” ujar Edy Yusuf. (KP).


Laporan : Syahril

Editor : Riduan



Memuat...