Wali Kota Lis Darmansyah mengimbau agar seluruh peserta menjadikan pelatihan ini sebagai momentum untuk meningkatkan profesionalisme dan integritas dalam pelaksanaan tugas. Ia menekankan bahwa pengetahuan yang diperoleh harus segera diterapkan secara konkrit di masing-masing instansi.
“Saya berharap, melalui pelatihan ini, para petugas tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan strategi pemulihan trauma dan pengelolaan stres secara efektif dalam kehidupan kerja mereka,” tegasnya.
Kehadiran berbagai pihak dalam pelatihan ini menunjukkan komitmen bersama pemerintah daerah untuk menciptakan sistem layanan publik yang tangguh, responsif, dan berintegritas. Inisiatif tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan.
Dengan terselenggaranya pelatihan yang komprehensif ini, Kota Tanjungpinang semakin menegaskan posisinya sebagai wilayah perbatasan yang tak hanya kaya akan sejarah dan budaya, tetapi juga berkomitmen terhadap modernisasi tata kelola publik yang humanis dan berwawasan ke depan. Transformasi pelayanan publik melalui pendekatan humanisasi dan penerapan nilai-nilai etika diyakini akan mendorong terciptanya iklim kerja yang kondusif dan mendukung pencapaian target-target pembangunan daerah ke depan. (KP).
Laporan : Ides










