“Musim kemarau di Tanjungpinang justru membawa berkah bagi penggali sumur karena meningkatnya permintaan jasa penggalian dan perawatan sumur dari masyarakat.”
Penggali sumur di Tanjungpinang Puji mengungkapkan bahwa dirinya mengalami lonjakan pesanan jasa penggalian sumur sejak musim kemarau melanda, dengan jumlah pekerjaan yang meningkat signifikan dalam satu bulan terakhir.
TANJUNGPINANG – Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Kota Tanjungpinang memberikan dampak beragam bagi masyarakat.
Di tengah kesulitan air bersih yang dirasakan warga, kondisi tersebut justru menjadi berkah tersendiri bagi para pekerja penggali sumur karena meningkatnya permintaan jasa.
Salah satu penggali sumur, Puji, yang ditemui di kawasan Batu 15 pada Jumat (28/3/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, mengaku bersyukur atas banyaknya pesanan yang diterima.
“Alhamdulillah, dalam satu bulan terakhir ini pesanan meningkat. Saya menerima banyak pekerjaan dibandingkan saat musim hujan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam kurun waktu satu bulan terakhir, dirinya telah mengerjakan sekitar 25 titik sumur di berbagai wilayah Tanjungpinang.
Permintaan tidak hanya datang dari warga yang belum memiliki sumur, tetapi juga dari masyarakat yang ingin memperbaiki sumur lama.
“Servis yang dilakukan biasanya seperti pendalaman sumur, pembersihan, hingga perbaikan agar kualitas air lebih baik,” jelasnya.
Menurut Puji, permintaan jasa penggalian dan perawatan sumur tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Batu 5, Batu 8, Batu 9 hingga Batu 15 dan daerah sekitarnya.
Ia menambahkan, banyak warga yang sengaja memperbaiki sumur di musim kemarau sebagai langkah antisipasi agar saat musim hujan tiba, sumur sudah siap digunakan dengan kualitas air yang lebih baik.
Lebih lanjut, Puji menegaskan bahwa sumur masih menjadi salah satu sumber air bersih utama bagi masyarakat, terutama di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau layanan air bersih.
“Perawatan sumur itu penting untuk menjaga kualitas air, mencegah pencemaran, dan memastikan ketersediaan air tetap ada sepanjang tahun,” katanya.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sumber air mandiri, profesi penggali sumur kini semakin dibutuhkan.
Kondisi kemarau yang terjadi saat ini pun secara tidak langsung membuka peluang rezeki bagi para pekerja di bidang tersebut. (KP).
Laporan: Venti










