Aji mengungkapkan bahwa sebagian besar kasus kekerasan terhadap anak maupun perselingkuhan di bawah umur di Anambas bermula dari konsumsi minuman keras yang menyebabkan hilangnya kesadaran diri.
“Anak-anak kita jadi korban. Banyak yang awalnya hanya minum miras, lalu kehilangan kontrol, dan akhirnya melakukan tindakan yang melanggar hukum. Ini harus dicegah sejak dini,” ungkapnya.
Aji juga menyoroti perbedaan situasi di Anambas dengan wilayah lain, seperti Batam atau Karimun, tempat ia pernah bertugas. Menurutnya, kondisi Anambas masih relatif kondusif meski ada indikasi peredaran miras legal maupun ilegal.
“Kalau di tempat lain, peredaran miras bisa merusak stabilitas sosial. Tapi di Anambas masih bisa ditangani. Karena itu mari kita jaga bersama, kita tertibkan bersama, tentu dibantu oleh media untuk menyampaikan informasi kepada Pemda,” ujarnya.










