NATUNA – Jelang akhir tahun memasuki musim penghujan Tim Reaksi Cepat (TRC) Bidang Penanggulangan Bencana (BPB), Damkar Natuna acap kali menerima laporan dari warga terkait adanya sarang tawon yang meresahkan.
Musim hujan mempengaruhi keberadaan tawon, dimana binatang berbisa itu merasa tidak nyaman dan tenang berada di pepohonan sehingga menghinggap masuk ke rumah-rumah warga bahkan sempat membuat sarang.
Sebagaimana dialami oleh salah satu warga Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur, tawon ditemukan bersarang di ruang tamu rumahnya, Minggu, 05 Desember 2021.
“Hari ini, TRC PB (BPBD) kembali menerima laporan adanya keberadaan sarang tawon di Kelurahan Ranai Darat dari Ibu Raja Feny Adnan,” sebut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Natuna melalui Kepala Seksi Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Elkadar Lismana, SAP., M.Si.

Elkadar menjelaskan, laporan keberadaan sarang tawon di terima oleh pihaknya pada pukul 19:40 Wib. Usai menerima laporan tersebut, pada pukul 19:45 TRC PB (BPBD) melaksanakan operasi evakuasi sarang tawon tersebut.
“Dilaksanakan pada malam hari itu juga agar lebih aman dan tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
Menurut Elkadar, selain posisi keberadaan sarang yang terbilang rawan, jenis tawon juga diketahui berbahaya.
“Tawon jenis vesva ini sangat membahayakan, jika tersengat bisa sampai pingsan hingga meninggal dunia,” terangnya.
Katanya operasi evakuasi sarang tawon rata-rata baru dapat dilaksanakan oleh pihaknya di seputar Pulau Bunguran Besar. Agar operasi yang dilaksanakan bisa lebih efektif, efisien dan aman diharapkan setiap kecamatan memiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) atau pos terpadu pelayanan penanggulangan bencana.
“Sangat dibutuhkan sumber daya dan sarana prasarana yang memadai sesuai SOP. Begitu juga dengan kejadian lainnya yang dianggap sangat perlu ditangani secara khusus oleh TRC BPB,” tutupnya. (KP).
Laporan : Johan










