Kompleks Makam Daeng Celak merupakan salah satu destinasi wisata budaya yang memiliki nilai historis tinggi di Kepulauan Riau. Sebagai tokoh penting dalam sejarah Kesultanan Melayu, Daeng Celak merupakan ayah dari Raja Haji Fisabilillah dan saudara dari Daeng Marewah, dua sosok sentral dalam sejarah Johor-Riau-Lingga-Pahang.
Setiap tahunnya, makam ini ramai dikunjungi oleh peziarah dari berbagai wilayah Indonesia serta wisatawan dari Malaysia dan Singapura. Kunjungan tersebut tidak hanya bernuansa spiritual, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui sektor jasa, kuliner, dan cenderamata.
Bersama situs Makam Daeng Marewah dan beberapa lokasi lainnya di Kampung Bugis, Kompleks Makam Daeng Celak menjadi bagian integral dari jejak kejayaan peradaban Melayu yang berkembang di kawasan perbatasan Nusantara. Potensi ini telah lama dilirik sebagai destinasi unggulan wisata budaya oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang.
Nazri memastikan, dengan adanya sinergi antara pemerintah, pemilik lahan, dan pelaku budaya, pelestarian situs akan dilakukan secara berkelanjutan dan profesional.
“Kita punya tanggung jawab bersama untuk merawat sejarah. Tidak hanya secara fisik, tapi juga melalui program edukatif, penataan kawasan, dan dukungan regulasi,” ucapnya.










