Meski sempat muncul keresahan publik akibat kabar yang beredar, kejelasan informasi ini disambut baik oleh warga setempat. Sejumlah tokoh masyarakat Kampung Bugis bahkan berharap pemerintah mempercepat proses pengembangan kawasan agar bisa lebih tertata dan menarik bagi wisatawan.
Disbudpar Kota Tanjungpinang menyatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi teknis dan pelaku budaya lokal guna memastikan kelestarian nilai-nilai sejarah dan budaya di kawasan tersebut.
“Dengan keterlibatan semua pihak, kita berharap Makam Daeng Celak bukan hanya menjadi situs ziarah, tapi juga simbol peradaban Melayu yang tetap hidup di tengah zaman,” tutup Nazri. (KP).
Laporan : Ides










