Faisal menjelaskan, biaya kuliah di PEM Akamigas memang tergolong tinggi, mencapai sekitar Rp52 juta per semester. Namun, berkat kerja sama yang dijalin antara Pemerintah Kabupaten Natuna dan pihak kampus, peserta beasiswa mendapatkan keringanan dan seluruh biaya ditanggung oleh kontraktor migas.
“Rata-rata biaya UKT yang dibayarkan sekitar 38 juta per orang per semester. Jadi kalau dikalikan delapan semester, bisa dihitung sendiri besarnya kontribusi KKKS,” ungkapnya.
Ia menegaskan, selain beasiswa, tidak ada program pelatihan lain dari SKK Migas untuk masyarakat atau dinas-dinas di Natuna. Program pengembangan SDM lain lebih banyak datang dari instansi seperti Pertamina, PLN, Telkom, Kementerian Tenaga Kerja, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.










