“SMAN 1 Bunguran Timur mulai menerapkan ujian akhir semester berbasis komputer dan smartphone sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi pendidikan.”
Ketua Panitia Pelaksana Ujian Akhir Semester SMAN 1 Bunguran Timur, Miftahul Rahmi, mengatakan pelaksanaan ujian tahun ini telah sepenuhnya menggunakan sistem digital berbasis komputer dan smartphone tanpa menggunakan kertas.
NATUNA – SMA Negeri 1 Bunguran Timur kembali melaksanakan ujian akhir semester dengan sistem yang lebih modern dan efisien. Seluruh proses ujian kini telah beralih menggunakan perangkat komputer dan smartphone, menggantikan metode konvensional berbasis kertas.
Pelaksanaan ujian tersebut berlangsung selama satu minggu, dimulai sejak 2 Juni hingga 9 Juni 2026, dengan total peserta sebanyak 628 siswa. Jumlah tersebut terdiri dari 321 siswa kelas X dan 307 siswa kelas XI.
Ketua Panitia Pelaksana, Miftahul Rahmi, menjelaskan terdapat perbedaan jumlah mata pelajaran yang diujikan antara kelas X dan kelas XI.
Menurutnya, siswa kelas X mengikuti ujian sebanyak 15 mata pelajaran karena masih menggunakan kurikulum umum sebelum memasuki tahap penjurusan.
Sementara siswa kelas XI mengikuti 12 mata pelajaran yang telah disesuaikan dengan jurusan masing-masing, yakni Humaniora, Engineering, dan Medical.
“Contohnya kelas Humaniora lebih fokus pada bidang sosial seperti Sosiologi, Sejarah, dan Ekonomi. Kemudian kelas Engineering difokuskan pada bidang sains seperti Fisika, Kimia, dan Biologi. Sedangkan kelas Medical lebih mengarah pada pendalaman ilmu kesehatan dan sains,” jelasnya kepada koranperbatasan.com saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (3/6/2026).
Terkait kesiapan pelaksanaan ujian digital tersebut, Rahmi mengatakan pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan guna mengantisipasi kendala teknis selama ujian berlangsung.
Ujian dilaksanakan menggunakan aplikasi Exam Vue. Melalui sistem tersebut, guru mata pelajaran dapat memasukkan soal ujian yang nantinya dikelola oleh proktor sekolah.
“Nanti akan dikelola oleh proktor sekolah. Para siswa bisa mengakses ujian sesuai dengan jadwal mata pelajaran yang telah ditentukan,” sebutnya.
Meski sistem digital memiliki tantangan terutama terkait jaringan internet dan pasokan listrik, pihak sekolah telah menyiapkan langkah antisipasi.
Rahmi menjelaskan, sekolah telah menyiapkan cadangan daya serta dukungan teknisi untuk memastikan ujian berjalan lancar.
“Kalau jaringannya hilang otomatis terkendala. Tapi sejauh ini alhamdulillah aman,” ungkapnya.
Menurutnya, penerapan ujian berbasis komputer dan smartphone menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam mengikuti perkembangan teknologi sekaligus menciptakan proses evaluasi yang lebih efektif.
Di akhir penyampaiannya, Rahmi berharap seluruh siswa dapat mengikuti ujian dengan tertib, jujur, serta menjunjung tinggi integritas.
“Semoga siswa-siswi SMAN 1 Bunguran Timur dapat melaksanakan ujian ini dengan tertib, aman, dan tidak melakukan kecurangan. Semoga ke depan mereka menjadi pribadi yang lebih baik, jujur, berwawasan tinggi, dan bertanggung jawab terhadap hasil yang diperoleh sejak dini,” pungkasnya.
Laporan: Dini










