NATUNAPENDIDIKAN

MTs Negeri 2 Natuna Terapkan Ujian Digital, Tekankan Kejujuran Siswa

×

MTs Negeri 2 Natuna Terapkan Ujian Digital, Tekankan Kejujuran Siswa

Sebarkan artikel ini
Kepala MTs Negeri 2 Natuna, Haidatus Sa’adah, M.Pd., menjelaskan pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Genap Tahun Pelajaran 2025/2026 yang telah menerapkan sistem digital menggunakan smartphone. Ia menekankan pentingnya kejujuran dan tanggung jawab siswa dalam mengikuti ujian sebagai bagian dari pembentukan karakter.

“MTs Negeri 2 Natuna melaksanakan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Genap Tahun Pelajaran 2025/2026 secara digital dengan sistem pengawasan ketat untuk menjaga integritas siswa.”

Kepala MTs Negeri 2 Natuna, Haidatus Sa’adah, M.Pd., menegaskan pentingnya kejujuran siswa dalam pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Genap berbasis digital yang menjadi salah satu syarat kenaikan kelas.

NATUNA – MTs Negeri 2 Natuna resmi melaksanakan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Genap Tahun Pelajaran 2025/2026 dengan menerapkan sistem ujian berbasis digital menggunakan perangkat smartphone.

Pelaksanaan ujian yang berlangsung mulai Selasa, 2 Juni hingga Kamis tersebut diikuti oleh siswa kelas VII dan VIII sebagai salah satu syarat wajib kenaikan kelas.

Kepala MTs Negeri 2 Natuna, Haidatus Sa’adah, M.Pd., mengatakan sistem ujian digital tersebut dilakukan dengan memanfaatkan perangkat smartphone masing-masing siswa yang telah dilengkapi jaringan internet.

Dalam pelaksanaannya, guru mata pelajaran mengirimkan aplikasi Exam Browser kepada peserta ujian. Selanjutnya, siswa mengakses soal melalui Google Form menggunakan barcode khusus yang berbeda pada setiap mata pelajaran.

“Untuk teknis, kami sudah membentuk kepanitiaan, mulai dari ketua panitia, sekretaris, bendahara hingga bagian lainnya. Pengumpulan soal dan kisi-kisi langsung dikelola oleh sekretaris panitia agar semuanya terorganisir dengan baik,” ujarnya kepada koranperbatasan.com saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (3/6/2026).

Sa’adah menjelaskan, setiap harinya siswa mengikuti ujian sebanyak dua mata pelajaran dengan total 14 mata pelajaran selama pelaksanaan ASAS berlangsung.

Meski dilaksanakan secara digital, pihak sekolah tetap mengantisipasi berbagai kendala teknis, terutama gangguan jaringan internet yang menjadi faktor penting dalam kelancaran ujian.

Menurutnya, sejauh ini pelaksanaan ujian masih berjalan aman dan terkendali meskipun sempat terjadi gangguan listrik.

“Kalau kendala paling ketika jaringan tidak stabil. Tapi alhamdulillah sampai hari ini masih aman terkendali, walaupun kemarin listrik sempat mati,” ungkapnya.

Baca Juga:  Dinkes Natuna Nonaktifkan BPJS PBI Warga Mampu Mulai September

Selain kesiapan teknis, MTs Negeri 2 Natuna juga memberikan perhatian serius terhadap nilai kejujuran siswa selama mengikuti ujian berbasis digital.

Sa’adah mengatakan, perkembangan teknologi memang memberikan kemudahan, namun tetap harus diimbangi dengan pengawasan agar tidak disalahgunakan.

Sebelum ujian dimulai, perangkat siswa terlebih dahulu dikumpulkan dan diperiksa oleh pengawas ruangan. Selama ujian berlangsung, pengawas juga melakukan pemantauan langsung terhadap aktivitas siswa.

“Walaupun sistemnya digital dan anak-anak sekarang sudah lebih canggih, kami tetap mengharapkan kejujuran. Karena terkadang ada saja cara untuk membuka aplikasi lain, tetapi itu sudah kami antisipasi,” jelasnya.

Ia menegaskan, pihak sekolah telah menyiapkan sanksi tegas bagi siswa yang terbukti melakukan kecurangan selama ujian berlangsung.

Jika ditemukan pelanggaran, siswa diwajibkan mengulang ujian dari awal menggunakan soal baru dan orang tua akan dipanggil ke sekolah.

“Kalau ketahuan melakukan kecurangan, orang tua wajib datang dan siswa harus mengulang ujian dari hari pertama, meskipun ketahuannya di hari terakhir,” tegasnya.

Sa’adah menambahkan, ASAS Genap merupakan bagian penting dalam proses pendidikan karena menjadi salah satu syarat penilaian kenaikan kelas bagi peserta didik.

Ia berharap pelaksanaan ujian digital tersebut tidak hanya mengukur kemampuan akademik, tetapi juga mampu membentuk karakter siswa yang jujur dan bertanggung jawab.

“Harapan kami, walaupun sistemnya digital, siswa tetap menjunjung tinggi kejujuran dan bertanggung jawab terhadap hasil yang mereka peroleh,” pungkasnya.


Laporan: Dini


 

📊 Views: 18

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *