EKONOMI PERBATASANKEUANGANNATUNAUMKM PERBATASAN

PNS Aktif di Natuna, Bonk Dani Bangun Kopi Piwang Hingga Tembus Pasar Lokal

×

PNS Aktif di Natuna, Bonk Dani Bangun Kopi Piwang Hingga Tembus Pasar Lokal

Sebarkan artikel ini
Owner Kopi Piwang Natuna, Bonk Dani, menunjukkan produk kopi kemasan lokal buatannya di kawasan Pantai Piwang. Meski berstatus sebagai PNS aktif, ia berhasil mengembangkan Kopi Piwang sebagai produk UMKM Natuna yang telah memiliki sertifikat halal, NIB, dan HAKI dengan mengusung tagline “Kalau ada yang alami, kenapa harus yang berpengawet. Kalau ada produk lokal, kenapa harus yang interlokal.”

“Di tengah kesibukannya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) aktif, Bonk Dani membuktikan bahwa semangat berwirausaha dan kreativitas mampu berjalan berdampingan melalui pengembangan produk lokal Kopi Piwang Natuna.”

Owner Kopi Piwang Natuna, Bonk Dani, menjadi salah satu contoh pelaku UMKM lokal yang tetap produktif meski berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) aktif. Berawal dari kegagalan usaha kafe akibat pandemi COVID-19, ia bangkit membangun kopi kemasan lokal yang kini mulai dikenal masyarakat Natuna.

NATUNA – Menjalankan tugas sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) aktif tidak membuat Bonk Dani berhenti berinovasi dan mencari peluang untuk mengembangkan potensi diri.

Di sela aktivitasnya sebagai abdi negara, ia berhasil membangun usaha kopi kemasan lokal bernama Kopi Piwang yang kini menjadi salah satu produk UMKM yang ikut mewarnai geliat ekonomi masyarakat di Kota Ranai, Kabupaten Natuna.

Perjalanan lahirnya Kopi Piwang berawal dari pengalaman panjang dalam dunia usaha. Sebelum produk tersebut hadir, Bonk Dani sempat membuka usaha kuliner bernama Kafe Lykke bersama rekannya pada tahun 2018.

Namun, pandemi COVID-19 yang terjadi pada tahun 2020 memberikan dampak besar terhadap usaha tersebut. Penurunan pendapatan membuat kafe yang telah berjalan harus berhenti beroperasi karena pemasukan tidak mampu menutup biaya operasional.

“Waktu itu hampir semua UMKM gulung tikar. Kami juga butuh biaya untuk listrik, air, dan gaji karyawan, tetapi sudah tidak tertutupi. Akhirnya saya sepakat dengan rekan untuk menutup kafe,” ujarnya kepada koranperbatasan.com saat diwawancarai di Pantai Piwang, Rabu (3/6/2026).

Meski harus kehilangan salah satu sumber pendapatan, Bonk Dani tidak ingin menyerah. Ia kembali mencari peluang usaha baru agar roda ekonomi keluarga tetap berjalan tanpa hanya mengandalkan gaji sebagai PNS.

Menurutnya, meskipun pekerjaan sebagai PNS patut disyukuri, kebutuhan hidup yang terus berjalan membuat dirinya harus berpikir kreatif mencari tambahan penghasilan.

Sebagai kepala keluarga, Bonk Dani merasa memiliki tanggung jawab untuk terus berusaha memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Baca Juga:  Pemda Natuna Targetkan 174 Unit Rumah Masuk Program RTLH

“Saya punya tanggung jawab sebagai seorang suami bagaimana caranya supaya dapur tetap ngebul,” ungkapnya.

Ide membangun Kopi Piwang mulai muncul pada awal tahun 2021. Berawal dari kebiasaannya mencari informasi melalui internet, ia menemukan peluang usaha produk kopi kemasan.

Dari situlah, Bonk Dani mulai mempelajari proses pembuatan kopi, mulai dari pemilihan bahan hingga menentukan komposisi rasa.

Meski mendapatkan resep awal, ia tidak langsung merasa puas. Ia melakukan berbagai percobaan agar rasa Kopi Piwang sesuai dengan selera masyarakat Melayu Natuna.

Bahkan, proses pencarian cita rasa tersebut harus melalui 12 kali percobaan untuk mendapatkan perpaduan kopi, susu, dan gula yang dinilai paling tepat.

“Ada yang bilang kurang pahit, ada yang bilang terlalu manis. Saya harus mencari titik tengah agar bisa diterima semua kalangan,” jelasnya.

Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Setelah hampir lima tahun berjalan, Kopi Piwang kini memiliki standar rasa yang konsisten dan mendapat tempat di hati pelanggan.

Saat ini, Kopi Piwang mampu mencatatkan penjualan rata-rata sekitar 1.500 botol setiap bulan dengan harga Rp10.000 per botol.

Produk tersebut telah dipasarkan di sekitar 30 warung di wilayah Kota Ranai hingga menjangkau Kecamatan Midai dengan pengiriman yang menyesuaikan jadwal kapal.

Dalam menjaga kepercayaan konsumen, Bonk Dani tetap mengutamakan kualitas produk. Salah satunya dengan mempertahankan Kopi Piwang tanpa menggunakan bahan pengawet.

Karena tidak menggunakan pengawet, ia sangat selektif dalam memilih lokasi pemasaran. Produk Kopi Piwang hanya ditempatkan pada warung yang memiliki fasilitas pendingin agar kualitas tetap terjaga.

“Harus ada kulkas, karena kopi ini mudah basi sebab tidak memakai bahan pengawet seperti produk pabrikan,” sebutnya.

Bonk Dani mengakui, pada awal memulai usaha dirinya sempat merasa gengsi untuk berjualan karena masih berstatus sebagai PNS aktif.

Baca Juga:  Pj. Sekda Natuna Buka KMD Golongan Siaga Tahun 2020

Namun, rasa malu tersebut perlahan ia hilangkan demi tanggung jawab keluarga dan keinginan untuk terus berkembang.

Menurutnya, selama usaha dilakukan dengan cara yang baik dan halal, tidak ada alasan untuk malu dalam mencari rezeki.

“Karena faktor ekonomi, saya kesampingkan gengsi. Yang penting kebutuhan keluarga bisa terbantu,” ujarnya.

Ke depan, Bonk Dani berharap Kopi Piwang dapat terus berkembang hingga mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Ia juga berharap Pemerintah Daerah Natuna dapat memberikan dukungan lebih besar terhadap produk UMKM lokal, salah satunya dengan melibatkan produk daerah dalam berbagai kegiatan resmi maupun nonformal.

“Harapan saya, Pemda bisa memanfaatkan produk UMKM seperti Kopi Piwang untuk konsumsi rapat atau menjamu tamu dari luar daerah. Setidaknya ada produk lokal yang kita angkat dan memiliki ciri khas,” harapnya.

Sebagai bentuk keseriusan dalam membangun usaha, Bonk Dani juga telah melengkapi legalitas Kopi Piwang mulai dari sertifikat halal, Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga perlindungan merek melalui HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual).

Menurutnya, kelengkapan legalitas tersebut menjadi bagian dari komitmen Kopi Piwang untuk memberikan kepercayaan kepada konsumen sekaligus membuktikan bahwa produk lokal Natuna mampu bersaing.

Kepada generasi muda, terutama Gen Z, Bonk Dani berpesan agar tidak takut mencoba memulai usaha dan tidak menjadikan gengsi sebagai penghalang.

“Intinya untuk anak-anak muda harus berani berusaha. Tidak usah malu, tidak usah gengsi, dan jangan takut gagal. Yakinlah bahwa setiap apa yang dijual pasti ada yang beli, karena rezeki sudah diatur oleh Allah,” pesannya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mencintai produk daerah dan memberikan dukungan kepada pelaku UMKM lokal.

“Kalau ada yang alami, kenapa harus yang berpengawet. Kalau ada produk lokal, kenapa harus yang interlokal,” tutupnya dengan tagline khas Kopi Piwang.


Laporan: Dini


 

📊 Views: 74

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *