OLAHRAGAPENDIDIKANPOTRET PERBATASAN

Turnamen Bulutangkis Warnai HUT ke-22 SMKN 1 Bunguran Timur

×

Turnamen Bulutangkis Warnai HUT ke-22 SMKN 1 Bunguran Timur

Sebarkan artikel ini
Nurul Azmi, S.Pd., Panitia Pelaksana Turnamen Bulutangkis SMKN 1 Bunguran Timur, saat ditemui dalam kegiatan penyerahan piala turnamen HUT ke-22 SMKN 1 Bunguran Timur di Natuna, Senin (28/9/2026).

“Memperingati HUT ke-22, SMKN 1 Bunguran Timur menggelar turnamen bulutangkis internal bersama PB Samudra sebagai ajang olahraga, silaturahmi, dan mempererat kekompakan warga sekolah.”

NATUNA – Panitia Pelaksana Kegiatan, Nurul Azmi, S.Pd., mengatakan turnamen bulutangkis yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-22 SMKN 1 Bunguran Timur merupakan kegiatan internal yang sebelumnya telah lama diwacanakan oleh sejumlah pihak di lingkungan sekolah.

“Ini sebetulnya kegiatan internal badminton yang sudah lama digaungkan kawan-kawan. Karena pas momentum Hari Ulang Tahun SMK, maka kami adakan turnamennya pas momen ulang tahun SMK,” ujar Nurul Azmi kepada koranperbatasan.com saat diwawancarai pada acara penyerahan piala di Gedung Sisir Basisir, Senin (28/9/2026).

HUT SMKN 1 Bunguran Timur diperingati pada 22 September dan tahun ini memasuki usia ke-22.

Nurul Azmi menjelaskan, turnamen tersebut mempertandingkan empat kategori, yakni tunggal putra pelajar, ganda dewasa putra, ganda dewasa putri, dan ganda dewasa campuran.

Peserta turnamen berasal dari lingkungan internal sekolah. Mereka terdiri atas seluruh taruna dan taruni SMKN 1 Bunguran Timur, anggota Persatuan Bulutangkis (PB) Samudra yang berada di bawah naungan sekolah, serta suami atau istri yang bekerja di lingkungan SMKN 1 Bunguran Timur.

“Untuk pesertanya itu kami semua yang terdaftar di PB Samudra boleh ikut. Kemudian semua taruna-taruni SMK Negeri 1 boleh ikut. Dan yang terakhir suami atau istri yang bekerja di instansi SMK Negeri 1 Bunguran Timur. Nah, itu yang diperbolehkan ikut,” jelasnya.

Pertandingan berlangsung selama empat hari, mulai Rabu hingga Sabtu. Panitia menggelar pertandingan sejak pukul 08.00 hingga pukul 17.30 WIB setiap harinya.

“Yang planning awal kemarin kami itu dimulai dari tanggal 22 sampai 25. Dari pagi mulai pukul 08.00 sampai pukul 05.30 sore itu tanpa henti kami panitia. Karena enggak cukup waktu, jadi kami adakan empat hari sampai Sabtu sore kami baru final,” katanya.

Baca Juga:  Wilson Lalengke : “Perlu Upaya Internalisasi Nilai Keadaban Humanisme di Aceh”

Dari empat kategori yang dipertandingkan, panitia menetapkan juara pertama, kedua, dan ketiga pada masing-masing kategori.

Nurul Azmi menyebut turnamen perdana tersebut sengaja difokuskan untuk peserta dari lingkungan internal sekolah. Namun, pihaknya membuka kemungkinan memperluas cakupan peserta pada pelaksanaan berikutnya.

“Untuk sekarang memang kami tekankan internal dulu. Mungkin untuk gaungnya yang akan datang, tahun depan mungkin bisa kami perluas lagi agar persiapan kami lebih matang,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda olahraga yang dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun.

“Kalau bisa ini yang pertama ada jilid satu, dua, tiga dan seterusnya. Nah, itu akan sampai berkelanjutan nanti,” katanya.

Menurut Nurul Azmi, pemilihan bulutangkis sebagai cabang olahraga dalam kegiatan tersebut juga mempertimbangkan kondisi kabut asap yang sempat menyelimuti Natuna. Pada saat itu, para siswa juga menjalani kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) sesuai edaran pemerintah provinsi.

“Karena sesuai edaran itu provinsi kemarin, karena kabut asap itu pelaksanaannya pas anak-anak lagi BDR. Jadi, agar tubuh kita ini sehat, kami adakan turnamen olahraga yang di dalam ruangan. Jadi untuk sekarang hanya badminton,” jelasnya.

Memasuki usia ke-22, Nurul Azmi berharap SMKN 1 Bunguran Timur semakin maju, kompak, serta mampu memperkuat sinergi antara program keahlian yang dimiliki sekolah dengan dunia industri.

“Harapan saya untuk Hari Ulang Tahun SMK 1 Bunguran Timur ini, semoga SMK lebih maju, selalu kompak, dan bersinergi dengan jurusan masing-masing ke dunia industri,” ungkapnya.

Sementara terkait pelaksanaan turnamen perdana, ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu menjadi bahan evaluasi. Evaluasi tersebut diharapkan dapat memperbaiki penyelenggaraan apabila turnamen kembali digelar pada tahun berikutnya.

“Memang setiap acara tentu ada kekurangan. Harapan saya itu bisa lebih baik lagi nanti ke depannya apabila kami mengadakan turnamen untuk jilid dua,” pungkasnya.

Baca Juga:  Gerindra Anambas Target Tambah Satu Kursi Lagi Pada Pileg 2024

Laporan: Dini


📊 Views: 30

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *