“Pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) di STAI Natuna tahun 2026 mulai didominasi sistem ujian lisan dan penugasan, sementara metode ujian tertulis kini semakin minim digunakan dosen.”
Ketua Panitia Ujian Akhir Semester (UAS) STAI Natuna, Emil Samara, S.Pi., M.M., menyampaikan pelaksanaan UAS semester genap Tahun 2026 berjalan lancar dengan tren baru berupa dominasi sistem ujian lisan dan penugasan dibandingkan ujian tertulis.
NATUNA – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna kembali melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS) semester genap Tahun Akademik 2026.
Pelaksanaan ujian dijadwalkan berlangsung selama enam hari, mulai 18 hingga 23 Mei 2026, dengan mekanisme yang secara umum tidak jauh berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Ketua Panitia UAS STAI Natuna, Emil Samara, S.Pi., M.M., mengatakan panitia hanya bertugas sebagai perencana dan pelaksana teknis, sedangkan mekanisme serta format ujian sepenuhnya menjadi kewenangan dosen pengampu mata kuliah masing-masing.
“UAS sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada mekanisme khusus karena semuanya tergantung dosennya ingin memberikan ujian seperti apa. Panitia hanya sebagai perencana dan petugas pelaksana saja,” ujarnya kepada koranperbatasan.com saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (20/5/2026).
Meski demikian, Emil mengungkapkan adanya perubahan tren dalam pelaksanaan UAS tahun ini. Menurutnya, sebagian besar dosen kini lebih memilih menggunakan metode ujian lisan dan penugasan dibandingkan ujian tertulis konvensional.
“Perbedaannya memang tidak terlalu signifikan, tapi saat ini dosen lebih banyak menggunakan sistem ujian lisan dan penugasan. Ujian tertulisnya sedikit,” jelasnya.
Selain perubahan metode ujian, jumlah mahasiswa peserta UAS semester genap tahun ini juga mengalami penurunan dibanding semester sebelumnya.
Namun Emil menegaskan bahwa berkurangnya jumlah mahasiswa aktif bukan disebabkan masalah akademik maupun angka putus kuliah, melainkan karena banyak mahasiswa telah menyelesaikan studi dan lulus pada tahun sebelumnya.
“Mahasiswanya memang berkurang, tapi itu karena banyak yang sudah lulus pada tahun kemarin,” tegasnya.
Ia berharap seluruh mahasiswa STAI Natuna dapat mengikuti seluruh rangkaian ujian dengan baik serta menjunjung tinggi nilai kejujuran dan kedisiplinan selama pelaksanaan UAS berlangsung.
“Harapannya mahasiswa bisa mengikuti UAS dengan tertib, jujur, dan disiplin. Itu saja,” pungkas Emil.
Laporan: Dini










