“Pondok Pesantren Madinatunnajah Binjai resmi membuka pendaftaran santri baru Tahun Ajaran 2026/2027 dengan sistem seleksi berbasis wawancara, tes membaca Al-Qur’an, dan pembinaan karakter islami.”
Biro Pengasuhan Santri Pondok Pesantren Madinatunnajah Binjai, Riski Maulana Ibrahim, menyampaikan Pondok Pesantren Madinatunnajah Binjai resmi membuka Sistem Penerimaan Santri Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 bagi calon santri tingkat Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah dengan sistem pendidikan berbasis boarding school.
NATUNA – Pondok Pesantren Madinatunnajah Binjai kembali membuka pendaftaran santri baru untuk Tahun Ajaran 2026/2027.
Dalam proses penerimaan santri baru tahun ini, pihak pesantren menerapkan sistem seleksi umum yang disertai pengujian kemampuan dasar keislaman calon peserta didik.
Biro Pengasuhan Santri Pondok Pesantren Madinatunnajah Binjai, Riski Maulana Ibrahim, menjelaskan bahwa setiap calon santri yang mendaftar akan mengikuti beberapa tahapan seleksi, mulai dari wawancara hingga tes membaca Al-Qur’an.
“Sistem untuk SPMB-nya kami menggunakan pendaftaran pada umumnya. Setelah mendaftar, calon santri akan mengikuti tes seperti wawancara, mengaji, membaca Al-Qur’an, dan lain sebagainya,” ujarnya saat diwawancarai melalui WhatsApp, Rabu (20/5/2026).
Ia mengatakan, masa pendaftaran telah dibuka sejak Januari dan akan berlangsung hingga Juli 2026 mendatang.
“Pendaftaran dibuka mulai bulan Januari sampai Juli nanti,” jelasnya.
Pada tahun ajaran ini, Pondok Pesantren Madinatunnajah Binjai membuka dua jenjang pendidikan, yakni Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) yang terintegrasi dalam sistem TMI atau Tarbiyatul Mualimin wa Mualimat Islamiyah.
“Jenjang yang ditempuh ada dua, yaitu Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah dengan sistem TMI,” tambah Riski.
Selain fokus pada pendidikan agama, pesantren ini juga memiliki sejumlah prestasi akademik yang cukup membanggakan.
Santri Madrasah Aliyah diketahui pernah mengikuti Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat nasional pada bidang Fisika Terintegrasi. Sementara itu, santri tingkat Tsanawiyah berhasil meraih Juara Harapan II bidang Matematika tingkat provinsi.
Menurut Riski, sistem pendidikan di pesantren dirancang dengan memadukan kurikulum agama dan pendidikan formal nasional secara seimbang.
“Pembelajaran diarahkan agar santri memiliki wawasan agama, akademik, dan keterampilan hidup secara seimbang,” katanya.
Pihak pesantren juga aktif membina kemampuan bahasa asing para santri melalui penggunaan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris dalam kegiatan sehari-hari.
Latihan pidato atau muhadharah bahkan dilakukan menggunakan tiga bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris.
Selain itu, santri juga dibekali pembelajaran kitab kuning, bahtsul masail, hingga tahfizhul Qur’an sebagai penguatan pendidikan Islam klasik.
Dalam bidang non-akademik, Pondok Pesantren Madinatunnajah Binjai turut menanamkan nilai kepemimpinan, kedisiplinan, dan kemandirian melalui kehidupan asrama dan organisasi santri.
“Terdapat organisasi internal seperti OSMN dan Gerakan Pramuka untuk melatih jiwa kepemimpinan santri,” ungkapnya.
Berbagai kegiatan ekstrakurikuler juga disediakan untuk menunjang pengembangan minat dan bakat santri.
“Ekstrakurikuler wajib di sekolah yaitu Pramuka, Muhadharah, dan Tapak Suci. Adapun ekstrakurikuler minat seperti tilawah, tahfiz, dan hadroh atau marawis. Semua kegiatan itu diminati dan terbagi merata,” tuturnya.
Di akhir penyampaiannya, pihak pesantren mengajak masyarakat, khususnya para orang tua di Natuna, untuk mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada lembaga pendidikan Islam yang mengedepankan iman, ilmu, dan akhlak.
“Kami berharap Pondok Pesantren Madinatunnajah dapat melahirkan generasi Qur’ani yang berakhlakul karimah, berilmu, dan mampu menjadi kebanggaan daerah,” pungkasnya.
Laporan: Dini










