Warga Ranai Darat Ditemukan Tergantung di Jendela Rumah

oleh
Korban-saat-dievakuasi-ke-mobil-ambulance-menuju-RSUD-Natuna

NATUNA, (KP),- Seakan tidak percaya, saat menerima sebuah pesan dari sumber terpercaya tentang informasi bunuh diri. Pesan yang diterima oleh Pemred koranperbatasan.com dari seorang warga Ranai Darat sekitar pukul 12.40 Wib tersebut langsung di share kedalam Group WhatsApp tempat berkumpulnya para pemburu berita.

Sejumlah pewarta yang mendapat informasi tersebut langsung bergegas menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Setibanya di TKP tepatnya di Jalan Imam Ismail, RT 02 RW 02 Kelurahan Ranai Darat Kecamatan Bunguran Timur. Pihak Kepolisian sudah memasang police line dan melakukan olah TKP.

Pihak-Kepolisian-terlihat-memasang-police-line-dan-melakukan-olah-TKP

Informasi diperoleh dari warga setempat seorang pria berinisial DK (36) Pegawai CV Momen Teknik Konsultan, ditemukan tergantung dengan kain gorden, di kamar tidurnya sendiri. Peristiwa tidak di sangka-sangka ini terjadi sekitar pukul 12.00 Wib di Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur, pada hari Rabu (24/10/2018). Korban pertama kali ditemukan oleh kakak iparnya Sri Rahayu.

Menurut Sri Rahayu saat itu korban dipanggil untuk diajak makan siang bersama, namun tidak menyahut. Karena tidak menjawab panggilan, Sri Rahayu kemudian beranjak membuka pintu kamar, dan menemukan korban sudah tergantung. Sri Rahayu terkejut lalu histeris dan menjerit-jerit meminta tolong.

Mendengar teriakan tersebut, rekan kerja korban Robin (30) bergegas masuk ke dalam rumah, untuk melihat ada apa gerangan. Kepada sejumlah wartawan Robin mengaku terkejut menyaksikan yang terjadi. “ Tadi ketahuannya setelah shalat zuhur, kakak iparnya manggil mau ngajak makan, tapi tak ada sahutan. Kemudian dibuka pintu kamarnya, taunya korban sudah tergantung, ” terang Robin.

Suasana-saat-evakuasi-berlangsung-beberapa-orang-warga-terlihat-berdatangan-memadati-TKP

Menurut Robin korban didapati dengan kondisi tergantung di jendela menggunakan kain gorden. Sementara di lantai ditemukan darah berceceran. Kata Robin, ia sudah tidak melihat dan berkomunikasi dengan korban sejak tadi pagi. Diakuinya, belakangan ini korban terlihat sedikit diam. “ Kemarin masih ada komunikasi dengannya, tapi dia tak pernah mengeluh masaalah apa. Dari tadi pagi sampai kejadian ini saya belum ketemu dengannya,” ujar Robin.

Hal senada juga dikatan Adi Setiawan, anak dan istri korban saat ini berada di Pekanbaru, Riau. Tiga hari belakangan ini DK masih bekerja seperti biasa, namun berubah jadi pendiam. “ Memamg tiga hari belakangan ini dia pendiam, tak pernah ngomong dan mengeluah masalah apa. Kalau kita ajak ngomong, paling dijawab sepatah dua kata, ” ujar Adi.

Saya lanjut Adi, tidak menyangka, dia bakal seperti ini. Kalau masalah pekerjaan saya rasa tidak ada yang berat. Soalnya dia cuma bagian administrasi saja. Kata Adi, saat ditemukan, terdapat sebuah pisau cutter pada simbahan darah di lantai. “ Dipanggil kakak iparnya untuk makan, tapi tidak nyahut. Makanya dibuklah pintu kamarnya, lalu teriak histeris. Saya kira melahirkan, karena kakak itu sedang hamil, ” terang Adi.

Hasil pantauan, saat evakuasi berlangsung beberapa orang warga terlihat berdatangan memadati TKP. Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Natuna menggunakan Mobil Ambulance, untuk dilakukan otopsi. Sampai berita ini dinaikan belum ada keterangan secara resmi dari pihak berwajib. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *