NATUNAPENDIDIKAN

Wisuda Tahfidz Natuna, Budi Nurhamid Soroti Akhlak Alumni Santri

×

Wisuda Tahfidz Natuna, Budi Nurhamid Soroti Akhlak Alumni Santri

Sebarkan artikel ini
Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jannah, Kyai Budi Nurhamid, S.Pd., Gr., saat memberikan sambutan dalam kegiatan Wisuda Tahfidz angkatan ke-10 santri jenjang SMP di Natuna, Sabtu (23/5/2026).

“Pondok Pesantren Nurul Jannah Natuna menggelar wisuda tahfidz angkatan ke-10 dengan penekanan kuat pada pentingnya menjaga akhlak santri setelah menjadi alumni.”

Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jannah, Kyai Budi Nurhamid, S.Pd., Gr., menegaskan pentingnya menjaga akhlak sebagai identitas utama santri saat menghadiri wisuda tahfidz angkatan ke-10 jenjang SMP di Kabupaten Natuna, Sabtu (23/5/2026). Dalam sambutannya, ia meminta seluruh pihak, mulai dari Kementerian Agama, yayasan, komite hingga masyarakat sekitar untuk ikut mengawal pendidikan pesantren agar tetap berjalan sesuai tujuan mencetak generasi Islami yang unggul dan berakhlak mulia.

NATUNA – Pondok Pesantren Nurul Jannah kembali menggelar wisuda tahfidz angkatan ke-10 bagi santri tingkat SMP dengan suasana khidmat dan penuh haru. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Natuna, Yayasan Abdi Umat Natuna, komite sekolah, tokoh masyarakat, serta wali santri.

Dalam sambutannya, Kyai Budi Nurhamid meminta seluruh elemen masyarakat ikut mengawasi dan membimbing jalannya pendidikan di lingkungan pesantren. Menurutnya, pengawasan sangat penting agar pesantren tetap menjalankan fungsi utamanya dalam mendidik generasi yang berilmu dan berakhlak baik.

“Kalau ada indikasi yang kurang baik, tolong ditegur agar pesantren dan sekolah ini tetap berjalan sesuai tujuan dan fungsinya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para wali santri yang telah berjuang secara ekonomi dan emosional demi pendidikan anak-anak mereka di pesantren. Budi mengaku pernah melakukan survei sederhana kepada sejumlah wali santri terkait kondisi ekonomi selama anak mereka mondok.

“Hasilnya cukup mengejutkan. Meski harus jungkir balik memenuhi kebutuhan pendidikan anak, ternyata banyak yang merasa tetap cukup dan bahkan masih bisa bertahan secara ekonomi,” katanya.

Menurutnya, perjuangan orang tua dalam membiayai pendidikan anak di pesantren merupakan bentuk pengorbanan luar biasa yang tidak mudah dijalani. Ia menilai keteguhan wali santri menjadi salah satu faktor penting keberhasilan pendidikan berbasis pesantren.

Baca Juga:  Madrasah Ibnu Rusyd Tekankan Pendidikan Akhlak Siswa

Selain itu, Budi turut memberikan penghormatan kepada para guru, pembina asrama, dan tenaga pendidik yang selama ini mendampingi para santri. Ia menyebut profesi guru di pesantren bukan sekadar pekerjaan, melainkan bagian dari perjuangan dalam menegakkan pendidikan agama.

“Ini bukan hanya profesi, tetapi bagian dari perjuangan di jalan Allah,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, pihak pesantren juga mendorong para lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren lain yang lebih besar. Namun, bagi santri yang ingin tetap melanjutkan pendidikan di Nurul Jannah, pesantren membuka kesempatan melanjutkan ke tingkat SMA.

“Kalau belum berkesempatan mondok di luar daerah, Nurul Jannah masih siap menampung di tingkat SMA,” tegasnya.

Menjelang akhir sambutan, Budi menyampaikan pesan khusus kepada para wisudawan dan wisudawati agar tetap menjaga ibadah dan akhlak setelah menjadi alumni pesantren.

“Jangan sampai anak-anak Nurul Jannah, apalagi yang sudah alumni, akhlaknya rusak. Itu yang harus kita jaga bersama,” pesannya di hadapan wali santri dan tamu undangan.

Ia menegaskan, hafalan Al-Qur’an dan pendidikan agama yang telah diperoleh selama di pesantren diharapkan menjadi bekal menuju masa depan yang lebih baik, baik di dunia maupun akhirat.


Laporan: Dini


 

📊 Views: 12

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *