ANAMBAS – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kepulauan Anambas menegaskan komitmennya dalam mendukung visi-misi bupati, khususnya misi pertama yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing dan inovatif.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Disdikpora Anambas, Tony Karnain, Ph.D., kepada koranperbatasan.com saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 08 September 2025.
Tony menjelaskan, peningkatan kualitas SDM dilakukan melalui penguatan pelayanan prima dan inovatif di bidang pendidikan. Untuk tahun ini, terdapat dua program prioritas besar yang menjadi fokus Disdikpora, yakni program Zero Buta Huruf dan program perlengkapan sekolah gratis.
“Zero Buta Huruf berarti tidak boleh ada masyarakat yang tidak bisa membaca. Program ini sudah kita jalankan beberapa tahun lalu melalui inovasi Tugu Buak, yaitu Tugas Guru Membantu Memberantas Buta Aksara. Relawan guru turun langsung mengajar masyarakat, dan ke depan akan kita perluas ke seluruh kecamatan,” jelas Tony.
Sementara itu, program perlengkapan sekolah gratis juga sudah dianggarkan baik dalam APBD murni maupun perubahan tahun anggaran. Program ini menjadi bagian dari janji politik bupati yang harus diwujudkan melalui dinas pendidikan.
Meski demikian, Tony mengakui masih ada sejumlah tantangan besar. Pertama, kondisi geografis Anambas yang tersebar di banyak pulau dengan akses transportasi terbatas. Kedua, kendala jaringan internet yang menyulitkan guru dalam mengakses informasi dan pengetahuan. Ketiga, motivasi dan kompetensi guru yang masih perlu ditingkatkan.
Untuk mengatasi hal tersebut, Disdikpora mengembangkan berbagai strategi. Salah satunya adalah peningkatan kompetensi guru berbasis komunitas, di mana guru yang sudah dilatih di tingkat kabupaten maupun provinsi diwajibkan mengimbaskan ilmunya kepada rekan-rekannya. “Ini sekaligus efisiensi anggaran, karena tidak semua guru harus ikut pelatihan di luar daerah,” kata Tony.
Selain itu, Disdikpora juga menjalin kerja sama dengan pihak swasta seperti Prestasi Junior Indonesia dan Google Indonesia yang memberikan pelatihan gratis kepada guru. Upaya lain adalah menghadirkan narasumber dari provinsi untuk memperkuat kapasitas tenaga pendidik tanpa membebani APBD.
Dalam rangka mendorong motivasi guru, Disdikpora rutin mengadakan Malam Apresiasi Pendidikan setiap Hari Pendidikan Nasional. “Tujuannya agar sekolah berlomba-lomba meningkatkan kualitas, sekaligus memberikan penghargaan kepada guru dan sekolah berprestasi,” tambahnya.
Di bidang olahraga, Tony mengakui dukungan anggaran masih terbatas karena masih tergabung dengan sektor pendidikan. Meski demikian, Disdikpora tetap mengalokasikan dana untuk pengiriman atlet ke POPDA dan PORPROV, serta memberikan bantuan sarana prasarana olahraga ke desa dan kecamatan, termasuk perbaikan lapangan voli setiap tahun.
Disdikpora juga menghadirkan inovasi pelayanan baru bernama “Aku Inspirasimu”, yang berfokus pada pemenuhan standar pelayanan minimal bidang pendidikan. Melalui inovasi ini, diharapkan layanan pendidikan dasar, sarana prasarana, dan peningkatan kompetensi guru bisa menjangkau seluruh pulau di Anambas secara bertahap.
“Harapan saya, tim Disdikpora terus solid, berkolaborasi dengan provinsi, sekolah, dan masyarakat. Pendidikan tidak hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat dan pihak swasta. Dengan sinergi ini, kualitas pendidikan di Anambas bisa terus meningkat,” pungkas Tony. (KP).
Laporan : Azmi










