“Pengoperasian RSUD Tipe C Kepulauan Anambas belum optimal meski bangunan rampung karena alat kesehatan masih ditangani Kemenkes.”
ANAMBAS — Direktur RSUD Tarempa, drg. Sofwan Fuadi, menyatakan pengoperasian RSUD Tipe C Kabupaten Kepulauan Anambas belum dapat berjalan optimal meskipun pembangunan fisik gedung telah selesai 100 persen.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas terus mematangkan persiapan pengoperasian RSUD Tipe C. Namun hingga kini, rumah sakit tersebut belum dapat difungsikan secara maksimal lantaran sejumlah alat kesehatan masih dalam proses pengadaan dan instalasi oleh Kementerian Kesehatan.
Direktur RSUD Tarempa, drg. Sofwan Fuadi, menjelaskan bahwa kewenangan pengadaan alat kesehatan sepenuhnya berada di tangan Kementerian Kesehatan. Pemerintah daerah dan pihak rumah sakit hanya berperan sebagai pengguna fasilitas yang disediakan.
“Bangunan sudah selesai seratus persen, tetapi alat kesehatan belum sepenuhnya tersedia karena masih ada yang dalam proses pengiriman dan pemasangan. Kami di daerah hanya sebagai pengguna,” ujar Sofwan saat dikonfirmasi di RSUD Tarempa, Jumat, 30 Januari 2026.
Menurutnya, pihak rumah sakit terus melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Kesehatan untuk mendorong percepatan pengiriman dan pemasangan alat kesehatan agar RSUD Tipe C dapat segera difungsikan.
“Kami hanya bisa menggesa melalui koordinasi. Pengadaan dan pengiriman alat kesehatan juga berkaitan dengan vendor yang ditunjuk langsung oleh Kemenkes,” katanya.
Selain persoalan alat kesehatan, RSUD Tipe C Anambas juga masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia, khususnya tenaga dokter spesialis. Dari sekitar 165 tenaga medis dan nonmedis yang tersedia, rumah sakit ini masih membutuhkan dokter spesialis jantung dan spesialis radiologi.
“Kami sudah beberapa kali melakukan rapat koordinasi melalui Zoom dengan Kemenkes terkait pemenuhan dokter spesialis jantung dan radiologi. Namun memang tidak mudah karena Anambas termasuk daerah terpencil dan kepulauan,” jelas Sofwan.
Meski demikian, ia memastikan bahwa empat dokter spesialis dasar telah tersedia, yakni spesialis penyakit dalam, kebidanan dan kandungan, anak, serta bedah. Sementara itu, pemenuhan dokter spesialis lainnya seperti saraf dan jantung masih dalam proses.
Sofwan menambahkan, pada 23 Januari 2026 lalu, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan surat agar gedung RSUD Tipe C segera dimanfaatkan. Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya merencanakan pengoperasian rumah sakit secara bertahap.
“Insyaallah pelayanan rawat jalan akan dibuka terlebih dahulu, sementara layanan rawat inap menyusul secara bertahap,” ujarnya.
Ia menilai pemanfaatan gedung secara bertahap juga penting untuk menjaga kondisi bangunan agar tidak mengalami kerusakan akibat terlalu lama tidak digunakan.
“Kalau gedung tidak dipakai, lama-kelamaan bisa rusak. Dengan mulai difungsikan, tentu ada aktivitas, pemeliharaan, dan pengawasan,” pungkas Sofwan. (KP).
Laporan : Azmi
Editor : Dhitto










